Kekeringan dan Kebakaran Ancam Pulau Pesisir Lingga

690
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Musim angin timur yang terjadi sejak April lalu, membuat curah hujan di pesisir Kabupaten Lingga sangat sedikit. Sejumlah pulau mulai merasakan dampak kekeringan. Hal ini juga membuat kebakaran lahan dan hutan di pesisir dengan mudah terjadi.

Pantauan dilapangan, kebakaran lahan mulai terjadi di Kampung Baru, pemukiman Suku Laut Desa Tajur Biru Senayang. Meski tidak berdampak banyak terhadap warga, namun hutan desa tersebut hangus dimakan api dan sulit dipadamkan.

“Musim angin laut timur ini jarang sekali turun hujan. Air bersih juga semakin berkurang. Daerah sini (Kampung Baru) memang langganan kebakaran setiap tahun,” kata Zul salah seorang warga.

Meski begitu, saat musim angin laut timur, bagi warga pesisir menjadi berkah dengan hasil tangkapan laut yang paling besar. Musim timur, adalah surganya warga pesisir memanfaatkan hasil laut karena tidak bergelombang dan kaya ikan. Namun disisi lain, kekeringan dan kebakaran malah terjadi di sekitar pemukiman masyarakat.

“Sekarang sudah penghujung angin timur. Sebentar lagi masuk musim angin selatan dengan angin yang kencang. Biasanya setiap tahun, dampaknya malah berkabut tebal kiriman dan menyulitkan aktifitas nelayan. Ditambah lagi kebakaran lokal,” ungkapnya.

Selain di Tajur Biru, sejumlah desa di Kecamatan Senayang juga mengalami persoalan yang sama. Kebakaran lahan akibat ulah warga sendiri yang membakar lahan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar