PLN Terus Gesa Interkoneksi Listrik Babin, Enam Tower Lagi Dibebaskan Lahannya

685
Pesona Indonesia
Ilustrasi interkoneksi listrik.
Ilustrasi interkoneksi listrik.

batampos.co.id – Side Representatif Kantor Induk Unit Induk Pembangunan (UIP) II Sumatera IV, Amir Panggaribuan mengatakan pembangunan interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin) ini berawal dengan pembangunan kabel bawah laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Kota Batam sampai Gardu Induk (GI) Tanjunguban.

Kemudian dibangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) serta transmisi 150 Kv dari Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara-Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong-Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur-Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

”Demi merealisasikan ini kita butuh dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar. Sehingga pengerjaan interkoneksi Babin bisa rampung sesuai target pada Juli 2016 mendatang,” ujarnya saat konfrensi pers di Aula Pertemuan, Bintan Villa, Jumat (6/5).

Untuk jumlah tapak tower yang akan dibangun dari Tanjunguban-GI Sri Bintan sebanyak 53 unit. Dari jumlah itu baru 44 tapak tower yang lahannya sudah bebas sedangkan 9 tapaknya lagi masih dalam proses konsinyasi atau penitipan uang pengganti. Sedangkan dari GI Sri Bintan-GI Air Raja berjumlah 116 namun baru 80 tapak tower yang lahannya sudah dibebaskan, sedangkan 36 lagi masih dalam proses konsinyasi.

Kemudian untuk pembangunan tapak tower dari GI Air Raja-GI Kijang jumlahnya sebanyak 65 tower. Namun baru 38 tapak tower yang lahannya sudah dibebaskan dan 21 lagi masih dalam proses konsinyasi. Sedangkan sisanya enam tapak tower belum jelas.
“Walapun banyak kendala. Kami akan terus menggesa untuk pembangunan tapak towernya,” katanya.

Khusus enam tapak tower yang belum jelas terkait pembebasan lahannya akan diusahakannya awal Juli 2016 mendatang. Bentuk usaha yang akan ditempuh PLN, dengan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan yang dilalui oleh kawat transmisi 150 Kv tersebut. Diharapkan bagi masyarakat yang lahannya digunakan agar dapat hadir pada sosialisasi tersebut.

Upaya yang dilakukannya ini hanya untuk memenuhi kebutuhan daya listrik yang ada di Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Sehingga perekonomian dan pembangunan di dua wilayah itu dapat berkembang dengan cepat juga dengan mudah menarik investor dari luar untuk berinvestasi.

”Jadi bagi pemikik lahan yang lahannya yang akan dilalui kabel run way akan kita sosialisasikan,” pungkasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar