Rusuh di Jembatan Suramadu, Ratusan Kendaraan Dirusak

1179
Pesona Indonesia
Suporter Bonek melakukan aksi sweeping dan pengrusakan kendaraan bermotor dengan dengan nopol N dan B yang melintas di Jembatan Suramadu, Kamis malam (6/5/2016). Aksi tersebut dilakukan karena tersiar kabar bahwa rombongan Aremania akan menyaksikan langsung pertandingan Arema melawan Madura United, dengan melintas jembatan Suramadu. Foto: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA
Suporter Bonek melakukan aksi sweeping dan pengrusakan kendaraan bermotor dengan dengan nopol N dan B yang melintas di Jembatan Suramadu, Kamis malam (6/5/2016). Aksi tersebut dilakukan karena tersiar kabar bahwa rombongan Aremania akan menyaksikan langsung pertandingan Arema melawan Madura United, dengan melintas jembatan Suramadu. Foto: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA

batampos.co.id – Wajah sepakbola Indonesia kembali tercoreng. Kali ini akibat ulah ribuan fans yang mengatasnamakan supporter Bonek. Mereka menduduki jembatan tol Suramadu sisi Surabaya, Kamis malam (5/5/2016).

Tak sekadar menduduki, mereka juga melakukan sweeping terhadap semua kendaraan berplat nomor N (Malang) dan B (Jakarta) yang diduga ditumpangi oleh para pendukung Arema.

Aksi ini dilakukan untuk mencegah masuknya suporter Aremania ke Madura terkait pertandingan antara tuan rumah Madura United dan Arema Cronus dalam laga Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 yang digelar di Gelora Bangkalan, Jumat (6/5/2016) pukul 21.00.

Namun aksi menjadi anarkis dan terjadi kerusuhan ketika massa Bonek tak hanya menyasar kendaraan berplat N. Namun, semua jenis kendaraan terutama mobil pribadi yang kacanya tertutup digedor dan dipaksa membuka kaca untuk memeriksa semua penumpang di dalamnya.

Massa yang sebagian beratribut Bonek itu juga merusak beberapa mobil dan fasilitas tol.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Surabaya (Jawa Pos Group), pergerakan massa sejatinya sudah terjadi sejak Kamis siang. Tanpa diketahui arahnya, ratusan Bonek yang mayoritas masih ABG itu turun ke area pintu masuk tol Suramadu arah ke Madura sekitar 50 meter dari pintu loket masuk tol dan langsung melakukan penghadangan.

Ratusan massa yang telah menduduki tol itu kemudian melakukan penggeledahan paksa kepada setiap mobil yang hendak menuju Madura di setiap pintu masuk loket. “Keluar! Ayo keluar!” teriakan para bonek.

Mengetahui kejadian ini, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Iman Sumantri bersama anggotanya langsung turun ke lokasi untuk meredam aksi anarkis tersebut.

Arnapi dan Iman tampak berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada massa Bonek agar mau membubarkan diri.

Namun, ratusan massa yang datang secara sporadis enggan membubarkan diri. Sebaliknya, massa malah melakukan perusakan terhadap beberapa fasilitas dan barang-barang yang berada di sekitar loket tol.

Tak kurang kaca loket dan pagar pembatas lajur tol dan cone-cone plastik pembatas jalan pecah berantakan. Bahkan, petugas loket tol sampai kabur dari posnya untuk menyelamatkan diri. (psy/sar/jay/jpnn)

Respon Anda?

komentar