Taman Laman Bunda Diawasi Lebih Ketat

529
Pesona Indonesia
Taman Laman Budaya Tepi laut Tanjungpinang, Senin (2/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Taman Laman Budaya Tepi laut Tanjungpinang, Senin (2/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Khawatir Taman Laman Bunda disalahgunakan, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan memperketat pengawasan taman yang baru diresmikan awal tahun 2016 itu.

“Saya sudah menegaskan ke Satpol PP untuk memperketat pengawasan. Kalau hal kecil tidak bisa ditangani, bagaimana yang besar,” ujar Lis, Jumat (6/5).

Tapi, kata Lis, fungsi pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. Masyarakat, kata dia, juga memiliki peran yang sama. “Supaya apa yang telah disediakan oleh pemerintah tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Terkait ditemukannya kondom di taman tersebut, Lis masih meragukan. Menurutnya, bisa saja tindakan asusila tidak dilakukan di lokasi tersebut. “Bisa saja itu orang sengaja buang disitu. Banyak kemungkinan,” ujarnya.

Kejadian ini, kata Lis merupakan peringatan bagi Satpol PP untuk meningkatkan pengawasannya.┬áTerkait penerangan, Lis mengatakan, Pemko tidak akan menambah lampu di lokasi tersebut. Karena pihaknya masih menunggu pembangunan Gedung Gonggong yang bakal rampung September 2016 mendatang. “Nanti lampunya dari situ,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengusulkan Pemko Tanjungpinang perlu menggunakan CCTV untuk mengawasi Taman Laman Bunda.

“Ini sudah zamannya teknologi. Pemanfaatan CCTV bisa sangat membantu. Jangan hanya bisa menyalahkan Satpol PP. Mereka juga ada keterbatasan,” ujar Ade Angga.

Untuk pengadaan CCTV, karena mendesak, bisa dianggarkan di APBD Perubahan. Atau bisa juga dengan memakai CSR secara bergotong royong dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Tanjungpinang. “Itu langkah terbaik yang bisa dilakukan. Jika perlu yang tertangkap melakukan asusila di ekspos (kecuali pelajar) biar ada efek jera,” tuturnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar