HMI vs Saut, Ini Saran Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua

2734
Pesona Indonesia
Abdullah Hehamahua. Foto: dok. jawapos
Abdullah Hehamahua. Foto: dok. jawapos

batampos.co.id – Desakan agar pimpinan KPK Saut Situmorang meminta maaf terkait pernyataanya di TV One yang mengaitkan Himpunan Mahasiswa Islam dan Korps Alumni HMI (HMI/KAHMI) dengan koruptor, terus berdatangan.

Setelah Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko, kali ini datang dari Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua.

Baca Juga: Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko Sarankan Saut Minta Maaf

“Pak Saut harus menyampaika pernyataan maaf secara terbuka,” kata Abdullah seperti dilansir Republika.co.id, Ahad (8/5/2016).

Abdullah mengatakan ada dua cara yang bisa ditempuh Komisioner KPK itu. Pertama melakukan klarifikasi dengan menyampaikan permintaan maaf kepada HMI dan KAHMI.

Kedua, pernyataan tersebut didorong oleh kepentingan tertentu selain kepentingan yang sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPK, maka perlu dipertimbangkan agar PI (pengawas internal) melakukan klarifikasi atas tindakan Saut tersebut.

Jika dalam temuan PI ternyata ada dugaan kuat pelanggaran Kode Etik KPK, maka PI dapat merekomendasikan agar Pimpinan membentuk Komite Etik untuk memeriksa Saut.

Menurut dia, langkah ini dilakukan dalam rangka penyelamatan eksistensi dan kredibiltas KPK. Lembaga Penegak hukum yang menjadi contoh penegakkan aturan secara konsekwen, baik secara internal maupun eksternal.

Dalam waktu dekat, mantan panitia seleksi pimpinan KPK jilid III ini menyarankan pimpinan KPK segera bertemu dengan PB HMI dan Presidium Majelis Nasional KAHMI, guna mengklrafikasi isu tersebut.

“Ini demi menjaga marwah lembaga KPK, jika benar apa yang disampaikan tersebut,” ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI periode 1978-1981 itu. (republika/nur)

Respon Anda?

komentar