Pemerkosa Anak Dikebiri, Menkes: Perpunya Sudah Dibahas

1994
Pesona Indonesia
Foto Yuyun korban pembunuhan dan pemerkosaan
Foto Yuyun korban pembunuhan dan pemerkosaan

batampos.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek optimis draft Perpu (Perturan Pemerintah Pengganti Undang-undang) hukuman kebiri akan lolos dalam pembahasan. Sebab, jika dinilai dari dampaknya bagi perlindungan anak-anak dan perempuan Perpu ini memiliki dampak begitu besar.

”Setelah melihat situasi saat ini (kasus Yuyun, red), mungkin akan lebih kuat lagi didorong oleh semua kementerian ya,” tutur Menkes di Jakarta.

Diakuinya, pembahasan ditingkat eselon I memang sudah rampung. Pihanya pun telah dimintai pandangan soal hukuman kebiri ini.

”Jadi memang kesulitannya dari segi kesehatan harusnya mengobati bukan merusak. Tapi kalau ini diterima sih bisa langsung. Tapi nanti ada pembahasan lebih lanjut,” paparnya.

Menkes sendiri mengaku sangat prihatin atas perkosaan anak seperti kasus Yuyun. Dia pun setuju agar para pelaku dihukum berat agar ada efek jera.

Sekadar mengingatkan, saat ini kasus yang paling menyita perhatian publik adalah kasus perkosaan yang diakhiri dengan pembunuhan Yuyun (14), siswi SMP 5 Satu Atap Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Siswi SMP tersebut menghilang sejak Sabtu(2/4/2016). Teguh, salah seorang Guru SMP 5 Satu Atap tempat Yuyun bersekolah menceritakan, korban pulang usai jam belajar sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban pulang membawa alas meja dan bendera Merah Putih untuk dicuci persiapan upacara bendera Seninnya, (4/4/2016).

Keluarga korban baru menyadari Yuyun menghilang pada Minggu (3/4/2016).

Senin 4 April 2016 pagi, jenazah Yuyun ditemukan warga Desa Kasie Kesubun Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Saat ditemukan di kebun milik warga  mayat perempuan itu kondisinya setengah bugil. Badan dia hanya ditutupi baju singlet. Posisi badan terlungkup, tangannya terikat dari atas masuk ke bawah paha.

Hasil olah TKP penyidik mendapatkan petunjuk baru. Bahwa ditemukan barang bukti (BB) milik korban yang diduga sengaja dibuang pelaku.

Barang bukti itu diantaranya, tas warna merah jambu. Di dalam tas berisi buku serta alat sekolah.

Kemudian ada sepasang sepatu warna hitam, rok pramuka yang digunakan korban, celana sot warna hitam, celana olah raga pendek warna hitam, serta kaos dalam korban. Semua barang milik korban ditemukan terpisah di sekitar ditemukannya mayat korban.

Kapolsek Padang Ulak Tanding Iptu Eka Candara menduga, barang milik korban sengaja disembunyikan pelaku sebab tempat ditemukannya berbeda tempat dan ditutupi dedaunan supaya tidak terlihat oleh orang lain.

Sebelum meninggal dunia tubuh korban di lempar dari atas tebing yang tingginya sekitar 4 meter.

Sebab, pada saat ditemukan, posisi wajah korban sedikit terbenam ke tanah yang gembur.  (jpgrup)

Baca Juga:
> Keluarga Yuyun Ketakutan, Minta Perlindungan LPSK
> Yuyun Tewas Diperkosa, Ini Reaksi Menteri Yohana
> Ashanty: Pembunuh Yuyun Layak Dihukum Mati

Respon Anda?

komentar