Sebut KAHMI/HMI Jahat dan Korup, Pimpinan KPK Saut Situmorang Dikecam

1215
Pesona Indonesia
Saut Situmorang. Foto: tempo.co
Saut Situmorang. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Pernyataan pimpinan KPK Saut Situmorang yang menyudutkan KAHMI/HMI saat didapuk menjadi narasumber di TV One Kamis (5/6/2016), menuai kecaman kader dan simpatisan KAHMI/HMI se-Indonesia.

“Mereka (KAHMI/HMI) orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK (Latihan Kaderisasi) 1. Tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat,” ujar Saut di acara tersebut.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com (grup batampos.co.id), rencananya jaringan alumni HMI yang berkiprah sebagai pengacara, bakal menggalang kekuatan buat melaporkan Saut atas dugaan melakukan hate of speech alias ujaran kebencian.

Tak hanya itu, jutaan kader KAHMI/HMI di seluruh Indonesia kompak mengecam Saut. Gelombang protes pun terus berdatangan.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pun bersuara lantang mengecam peryataan mantan staf Badan Intelegen Indonesia (BIN) itu.

Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P. Tamsir meminta dewan penasehat, Komite Etik KPK, dan Komisi III DPR RI, untuk meninjau kembali kelayakan dan integritas Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK. Mengingat kasus tersebut menyangkut marwah organisasi dan seluruh kader HMI.

”Kami akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum,” tegas dia dalam surat peryataan sikapnya, Sabtu (7/5).

Mulyadi melanjutkan, atas nama PB HMI, pihaknya menginstruksikan pada seluruh Badan Koordinasi (Badko) dan seluruh Cabang se-Indonesia untuk melaporkan pernyataan Saut Situmorang kepada pihak kepolisian setempat.

Lebih lanjut, Badko ke Polda, dan Cabang ke Polres dan Polrestabes secara serentak pada hari Senin, 9 Mei 2016. Kemudian laporan tersebut disampaikan kepada DPRD (komisi hukum) untuk ditindaklanjuti dan dikawal secara bersama.

”Bagi seluruh cabang dan kader HMI untuk tidak emosional dan tidak terprovokasi ketika melakukan aksi yang justru kontraproduktif terhadap perjuangan dan gerakan kita untuk menjaga marwah dan nama baik organisasi,” tambah pria kelahiran Lampung, 8 April 1981 itu.

Ia menjelaskan sejarah besar bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran Himpunan Mahasiswa Islam. Sejak kelahirannya pada tanggal 5 Februari 1947, HMI sudah menyatakan sikap untuk memegang teguh komitmen keumatan dan kebangsaan.

Terlebih, HMI selalu hadir pada setiap perjalanan bangsa Indonesia mulai dari mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, melawan PKI hingga tumbuhnya orde baru, serta lahirnya reformasi.

”Artinya kontribusi HMI terhadap bangsa Indonesia tidak hanya dengan gerakan-gerakan ekstra parlementer, namun juga memberikan pengabdian terhadap pembangunan bangsa Indonesia dengan mendistribusikan kader-kader terbaiknya untuk memberikan pengabdian pada seluruh bidang pengabdian baik di sosial, akademisi, birokrat, teknokrat, praktisi maupun politis,” lulusan FISIP Universitas Kapuas.

Lebih jauh, Mulyadi meyayangkan ada seorang pejabat publik yakni pimpinan KPK Saut Situmorang yang tidak mengerti sejarah panjang perjalanan dan pengabdian HMI terhadap pembangunan bangsa Indonesia.

”Sebaiknya saudara Saut Situmorang kembali belajar tentang sejarah Republik Indonesia dan sejarah pergerakan kemahasiswaan dan pemuda,” sindir dia. (mam/fri/hyt/JPG/nur)

Respon Anda?

komentar