Tips Belajar Rahmi-Wendy, Peraih Nilai UN SMA dan SMK Tertinggi se-Kepulauan Riau

5315
Pesona Indonesia
Wendy Tjang, peraih nilai SMK tertinggi di Kepri. Foto: Dalil Harahap
Wendy Tjang, peraih nilai SMK tertinggi di Kepri. Foto: Dalil Harahap

batampos.co.id – Rahmi Adelina, siswi SMA Negeri 3 Batam meraih nilai Ujian Nasional (UN) SMA tertinggi se-Kepulauan Riau (Kepri). Sedangkan Wendy Tjang, 18, siswa SMK Kartini Batam meraih nilai UN SMK tertinggi se-Kepri dengan total nilai 375,6 dari empat mata pelajaran. Berikut kiat sukses mereka meraih nilai tertinggi.

Rahmi Adelina. Itulah dia. Namanya sudah terpampang di koran-koran sebagai peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi se-Kepulauan Riau di hari H pengumuman, Sabtu (7/5/2016). Akumulasi nilai enam mata pelajarannya mencapai 530.

Namun, dara kelahiran Padang 13 Mei 1998 itu baru mengetahuinya dari kawannya pada pukul 11.00 WIB. Ia awalnya hanya ingin mengabarkan ia sudah ‘jalan’. Hari itu, ia dan sejumlah kawannya memang janjian akan hang out bareng. Mereka akan menunggu hingga waktu pengumuman kelulusan tiba dan membuka email dari sekolah bersama-sama.

”Tapi kawan malah balas ‘selamat ya’. Saya tidak tahu selamat itu untuk apa,” katanya saat ditemui di SMAN 3 Batam, sore harinya.

Tak lama, ia mendapatkan kiriman gambar artikel koran. Ia pun tahu makna ucapan selamat itu. ”Saya sama sekali tidak menyangka,” tuturnya lagi.

Rahmi,siswi SMAN 3 Batam peraih nilai UN tertinggi di Kepri. Foto: batampos
Rahmi,siswi SMAN 3 Batam peraih nilai UN tertinggi di Kepri. Foto: batampos

Rahmi merasa masih banyak anak lain yang lebih pintar darinya. Nilai-nilainya turun selama duduk di kelas XII MIA 1 ini. Sebab, di kelas XI ia selalu mendapat juara 1, baik di semester pertama maupun kedua. Dan di kelas X, ia juga meraih juara 1 di semester kedua. Selain itu, ia juga merasa tidak maksimal saat mempersiapkan ujian. Ia tidak memiliki gambaran yang jelas tentang kisi-kisi soal UN tahun ini. Irisan antara KTSP 2006 dan kurikulum 2013 itu seperti apa, katanya.

”Apalagi ini yang pertama kalinya UN di sini CBT (UN berbasis komputer) kan. Jadi sempat bingung juga sih,” katanya.

Ia mengaku pasrah. Di mata pelajaran matematika, ia banyak mengubah rumus. Hingga kemudian mengubah jawaban. Begitu juga di mata pelajaran bahasa Inggris. Jawaban-jawabannya banyak yang meragukan. Namun, anak kedua dari pasangan Husar dan Ely Rosni ini tak berhenti berdoa. Ia percaya, usaha itu harus dibarengi dengan doa. Kalau sudah berusaha, doa-lah yang menentukan.

”Kalau ternyata jadi yang terbaik begini ya Alhamdulillah,” ujar siswi yang juga pernah meraih peringkat kedua dalam Olimpiade Biologi SMA di tingkat Provinsi di tahun 2015 ini.

Ketika ditanyai soal resep belajar, gadis berhijab ini menjawab tak memiliki sesuatu yang spesial. Ia belajar ketika berada di sekolah dan lembaga bimbingan belajar. Bahkan, begitu penuhnya jadwal belajar di sekolah dan lembaga bimbel itu, ia tidak belajar setibanya di rumah.

Kecuali jika ada tugas. Nah, tugas itulah yang pada akhirnya ‘memaksa’-nya untuk belajar. Begitu juga dengan serentetan try out yang dilakukan sekolah, bimbingan belajar (bimbel), hingga guru-guru mata pelajaran di setiap jam belajar sekolah.

”Saya tidak suka SKS -dikebut semalam. Kalau dipaksakan, malah tidak dapat apa-apa,” timpal dara yang hobi membaca novel fiksi ini.

Rahmi sudah mengetahui kemampuannya. Ia lebih senang belajar dengan melihat dan mendengar. Materi pelajaran pun mampu meresap hingga ke otak. ”Tapi beda-beda sih setiap orangnya,” tuturnya lagi.

Prestasi ini, akunya, akan menjadi momentum pencapaiannya. Bahwa ketika berada di jenjang SMA, ia berhasil meraih nilai tertinggi se-Kepri. Selanjutnya, ia harus lebih baik. Tapi perjuangannya belum selesai. Ia masih menanti pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ia mendaftar untuk jurusan Kedokteran Gigi di Universitas Gadjahmada (UGM). Pengumuman itu muncul Selasa (10/5/2016) nanti.

Siswi yang pernah mengharumkan nama SMAN 3 karena berhasil meraih peringkat kedua dalam lomba Debat Bahasa Indonesia di tingkat provinsi tahun 2013 itu, memang sengaja memilih jurusan Kedokteran Gigi. Menjadi seorang dokter gigi sepertinya asik, begitu katanya. Terlebih ia memang menyukai mata pelajaran biologi.

Namun ia mengaku tidak terlalu fokus pada hasil SNMPTN. Jikapun tak lolos, ia akan mengikuti ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Jika tak lolos lagi, ia akan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

”Pilihan saya ada tiga sih. Salah satunya jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia,” katanya.

Tidak ada jurusan yang sama di tiga universitas yang ia tuju. Selain, sama-sama berada di luar Batam. Ia memang tak membatasi diri ingin sekolah di mana. Orang tua pun tak mengharuskannya memilih jurusan tertentu.

Ia memilih berdasar kemauan hati. Jikapun berbeda dengan jurusannya di SMAN 3, ia menganggapnya tak masalah. Sebab, tidak ada yang tahu, jalan di depan itu seperti.

”Walaupun saya harus memulai dari nol tidak apa-apa. Yang penting kita mencoba dulu,” katanya.

Rutin Jawab Soal-Soal Ujian Tahun Lalu

Doa dan kerja keras selalu jadi jalan mencapai kesuksesan. Itu pula yang dilakukan Wendy Tjang, 18, siswa SMK Kartini Batam jurusan akuntansi yang berhasil meraih nilai UN SMK tertinggi se-Kepulauan Riau (Kepri) dengan total nilai 375,6 dari empat mata pelajaran.

Siswa kelahiran 19 Mei 1998 ini mengaku belajar seperti siswa lainnya. Memang menjelang ujian nasional, Wendy menambah jam belajarnya. Ia latihan menjawab soal Ujian Nasional tahun-tahun sebelumnya lewat uji coba ujian di sekolah. Rutinitas ini selalu dilakukannya setiap hari.

”Di sekolah kita selalu mengulang soal-soal ujian tahun lalu,” tuturnya, Sabtu (7/5).

Di sekolah, prestasi Wendy pun patut diacungi jempol. Sejak dari kelas X, anak kedua dari dua bersaudara pasangan Tjang Jak Ngo dan Pau Mui ini selalu juara kelas.

”Pas kelas X semester pertama sempat juara kedua, setelah itu juara pertama terus di kelas,” tutur Wendy.

Terkait prestasi ini, siswa yang memiliki hobi olahraga khususnya bola basket ini mengaku tak terbayang akan meraih nilai UN SMK tebaik se-Kepri. Bahkan, sebelumnya, ia hanya bertekad menjadi yang terbaik di sekolahnya.

“Kalau target se-Kepri enggak ada,” ucapnya Wendy. ”Jujur saya tidak menyangka menjadi siswa dengan nilai tertinggi se-Kepri. Perasaan campur aduk, antara senang, terharu,” lanjut siswa yang akan berulang tahun sebentar lagi ini.

Terkait pelajaran paling disuka, pria berbadan tegap ini spontan menyebut matematika. Sedangkan untuk pelajaran teori kejuruan, dianggap paling sulit dibanding semua pelajaran.

”Dari dulu saya memang suka matematika. Ilmu pasti yang menyenangkan,” ucapnya lagi.

Selain Wendy, siswa SMK Kartini Batam lainnya yang memperoleh nilai tertinggi UN SMK se-Kepri adalah Charles Tang. Charles dan Wendy satu kelas, nilainya pun terus kejar-kejaran.

”Cuma dia (Wendy, red) juara satu sedangkan saya juara tiga di kelas,” tutur siswa berkacamata itu.

Charles peraih nilai UN SMK tertinggi ketiga se-Kepri dengan nilai 370. Apa saja persiapannya, siswa kelahiran 10 Januari 1998 ini mengaku belajar dan mental.

”Selain belajar dan belajar, mental juga harus dipersiapkan. Jangan grogi dan percaya diri dalam menjawab soal,” ucapnya.

Sementara itu, kepala sekolah SMK Kartini Batam Mujiono mengaku, tiga dari 10 besar peraih nilai tertinggi UN SMK se-Kepri merupakan siswa SMK Kartini Batam. Hal ini tentu saja hasil yang sangat membanggakan bagi pihak sekolah, khususnya dalam mendidik siswanya selama tiga tahun.

”Hasil yang sangat memuaskan. Kita sangat bersyukur,” ucapnya.

Ia mengaku dalam persiapan ujian, siswanya dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Untuk nilai rata-rata sekolah sendiri, SMK Kartini Batam meningkat dibanding tahun lalu.

”Tahun lalu, kita peringkat 10 besar sekarang 6 besar se-Kepri, untuk rata-rata sekolah,” sebut Mujiono.

Ia berharap, hasil yang telah diperoleh ini bisa memotivasi siswa-siswa lainnya. ”Target kita bukan satu atau dua siswa yang meraih nilai tertinggi, melainkan seluruh siswa,” pungkasnya. (wenny-Rengga)

Respon Anda?

komentar