859 Anak SD Menderita Gangguan Mata di Tanjungpinang

745
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kota Tanjungpinang dipilih menjadi pilot project pelaksanaan Gerakan Sejuta Kacamata yang disejalankan dengan launching Komite Mata Nasional kerja sama Kementerian Kesehatan dengan Komite Mata Nasional dan gabungan pengusaha optikal nasional.

Gerakan Sejuta Kacamata ini dilaksanakan tanggal 9-13 Mei 2016. Sasaran kegiatan adalah anak SD.
“Ada 6 provinsi yang ditunjuk sebagau pelaksana kegiatan ini antara lain Kepri. Dan untuk Kepri dipercayakan Dinkes Kota Tanjungpinang sebagai pilot project,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam, Minggu (8/5).

Rustam melanjutkan, dalam kegiatan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pemeriksaan kelainan refraksi mata dengan komputer untuk memastikan kelainan refraksi yang terjadi.

“Kebetulan kami telah melaksanakan penjaringan kesehatan siswa SD dan menemukan 859 anak yang mengalami gangguan refraksi mata,” ujar Rustam.

Puncak pelaksanaan, kata Rustam, pembagian kacamatan sesuai kelainan refraksi yang dialami, pada tanggal 20 Mei mendatang. “Pada saat itu juga akan dilakukan dialog jarak jauh dengan Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Rustam menjelaskan, kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan cahaya, sehingga bayangan tidak fokus tepat di retina mata, ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Dikatakan Rustam, dikenal dua macam yaitu miopi (rabun jauh) dan hipertmetrofi (rabun dekat).

Miopi, kata Rustam adalah keadaan dimana bayang sinar jatuh di epan retina, ditandai dengan kabur melihat jauh, jelas melihat dekat. “Kondisi ini dapat ditolong dengan kacamata minus,” ujarnya.

Sedangkan Hipermetrofi, lanjutnya, merupakan keadaan dimana bayangan sinar jatuh di belakang retina, ditandai dengan kabur melihat dekat, jelas melihat jauh. “Bisa ditolong dengan kacamata plus,” tuturnya.

Rustam mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan adalah supaya anak anak yang penglihatannya terganggu, dalam melihat jauh atau dekat, bisa melihat dengan lebih baik lagi. “Sehingga dapat mengikuti proses belajar di sekolah dengan sempurna,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar