BMG TPQ Nongsa Wisuda 486 Santri

662
Pesona Indonesia
Ratusan santri TPQ se-Kecamatan Nongsa mengikuti wisuda TPQ di lapangan Citramas, Nongsa, Minggu (8/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ratusan santri TPQ se-Kecamatan Nongsa mengikuti wisuda TPQ di lapangan Citramas, Nongsa, Minggu (8/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 486 santri dan santriwati Taman Pendidikan Quran (TPQ) se-Kelurahan Batubesar dan Sambau menjalani prosesi wisuda di Lapangan Citramas, Minggu (8/5). Ini tanda mereka telah melalui masa mengaji selama enam tahun.

”Semua yang ada di sini kelas VI SD dan mau masuk ke SMP,” kata Ketua Panitia Wisuda Santri ke-X Tingkat Kecamatan Nongsa, Mahmudi.

Para santri itu telah mengikuti munaqosah atau ujian akhir, Minggu (3/4) lalu. Mereka yang lulus akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu syarat wajib mendaftar ke jenjang SMP.

Namun, bukan berarti yang tidak lulus munaqosah tidak dapat mendaftar ke SMP. Mahmudi mengatakan, Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ akan mengeluarkan surat keterangan tidak lulus. Surat keterangan itu dapat pula digunakan sebagai syarat mendaftar.

”Nanti setelah mereka masuk SMP, mereka akan melanjutkan mengaji lagi,” kata pria yang menjabat Sekretaris BMG TPQ Kecamatan Nongsa itu lagi.

Prosesi wisuda ini berlangsung setiap tahun. Tahun ini, jumlah total santri yang menjalani wisuda mencapai 1.012. Keterbatasan tempat memaksa BMG TPQ Kecamatan Nongsa menggelar dua kali wisuda.

Wisuda pertama digelar Minggu (1/5) lalu. Wisuda itu diikuti 526 santri dari TPQ yang berlokasi di Kelurahan Kabil dan Ngenang. Wisuda kedua, sisanya. ”Mungkin tahun depan, kami akan melakukan satu kali wisuda saja,” ujarnya.

Mengaji, selain sebagai syarat mendaftar ke jenjang pendidikan selanjutnya, juga memiliki manfaat lain. Ia akan meningkatkan moral dan membentengi jiwa dan iman para anak dari hal-hal negatif. ”Karena moral itu berkaitan dengan segalanya,” katanya. (ceu)

Respon Anda?

komentar