Demo HMI di KPK Diwarnai Hujan Batu

1113
Pesona Indonesia
Polisi mencoba mengamankan sejumlah aktivis HMI saat demo di kantor KPK, Senin (9/5/2016). Foto: Boy Muhammad/jpnn
Polisi mencoba mengamankan sejumlah aktivis HMI saat demo di kantor KPK, Senin (9/5/2016). Foto: Boy Muhammad/jpnn

batampos.co.id – Janji HMI menggelar unjuk rasa di depan kantor KPK Senin (9/5/2016) benar-benar diwujudkan. Mereka mengecam pernyataan pimpinan KPK Saut Simatupang yang mengaitkan HMI/KAHMI sebagai lembaga yang menelorkan orang jahat dan korup.

Aksi massa ini awalnya berlangsung damai, namun lama-ama ricuh. Hujan batu pun tak terhindarkan. Massa melempar batu ke arah gedung KPK.

Polisi mendapat perlawanan saat mencoba menghalau massa. Batu-batu besar beterbangan. Wartawan pun yang tengah meliput harus menghindar.

Pantauan JPNN (grup batampos.co.id), Massa mencoba menerobos masuk ke KPK mencari Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Hingga saat ini suasana semakin mencekam.

Massa mencoba cari lain untuk masuk. Mereka mencoba masuk menerabas lewat parah kantor Asuransi Jasa Raharja yang berdampingan dengan KPK. Dua anggota Polri terluka terkena lemparan batu.

Baca Juga: Mahfud MD Minta Saut Situmorang Janga Mulut

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Muhammad Fauzi menegaskan pihaknya menutup pintu damai buat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.

Dia meminta agar Saut diproses lantaran telah mencemarkan nama baik organisasinya itu. “HMI secara tegas akan mengusut, melakukan proses hukum, tidak ada proses damai,” tegas dia di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Menurut dia, pernyataan Saut yang mengeneralisasikan kader HMI korup, tidak bisa dimaafkan begitu saja. Dia tidak sepakat, jika ada oknum kader HMI yang diproses KPK lantas mengklaim organisasi Hijau Hitam itu sebagai lembaga para koruptor.

“Sekira ada oknum-oknum yang melakukan tindak pidana korupsi silakan diproses. Kami akan dukung KPK ketika ada oknum-oknum (HMI) yang melakukan korupsi. Tetapi pernyataan atau statement over generalisasi ini tidak bisa dimaafkan begitu saja,” jelasnya.

Sebelumnya, menurut Fauzi, HMI sudah memberikan somasi kepada Saut untuk meminta maaf, dua hari yang lalu.

‎”Kami sudah melakukan somasi di beberapa media. Ketika 2 x 24 jam pernyataan kami di media tidak direspons kami akan menempuh jalur hukum. Tidak ada respons sama sekali. Tidak ada itikad baik. Jadi seolah pernyataan ini dibenarkan dan ini sistematis,” sambung dia.

Seandainya, pada tahapan somasi tersebut Saut meminta maaf dan melakukan klarifikasi, jelas dia, pihaknya tentu akan legowo dan memaafkan Saut. Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya memastikan akan terus mengawal kasus Saut ke ranah hukum.

“Ini tidak boleh dianggap biasa karena tidak ada itikad baik,” tandasnya.

Diketahui juga, Saut Situmorang sendiri sudah meminta maaf, meski baru disampaikan, Senin (9/5/2016) pagi ini. Saut sudah mengaku salah, kemudian mengklarifikasi, lalu memohon maaf dan meminta agar permasalahan ini tidak ditindaklanjuti ke ranah hukum. (boy/mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar