DPRD Batam Nilai DKP Tak Becus Urus Sampah

1158
Pesona Indonesia
Tumpukkan sampah di jalan raya Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukkan sampah di jalan raya Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menilai kinerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam sangat buruk. Selama libur tak ada pengangkutan, tumpukan sampah bukan hanya menggunung di perumahan, namun juga di jalan umum. “Wacananya seluruh Kecamatan mau dikelola DKP, kalau kayak gini cara kerjanya, Batam bisa jadi lautan sampah,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono.

Masih dibantu pihak ketiga saja sambung Djoko permasalahan sampah belum terentaskan. Setiap tahun, terutama hari raya dan hari libur selalu terulang. “Apalagi seluruhnya dikelola DKP,” katanya lagi.

Hal tersebut menurut Djoko bukti ketidakmampuan dinas yang dipimpin Sulaiman Nababan ini dalam melaksanakan tanggungjawabnya. Padahal anggaran yang dialokasikan sangat besar, selama lima tahun dialokasikan diatas Rp300 miliar. “Dana besar, tapi kinerjanya lemah dan tak terukur,” ungkap Djoko.

Swakelola yang dilakukan DKP di sembilan Kecamatan sangat buruk. Kalah dengan pihak swasta yang bekerja di tiga Kecamatan, yakni Batuampar, Bengkong, dan Lubukbaja. “DKP kedodoran, kinerjanya jauh dari harapan,” ungkapnya.

Retribusi sampah juga demikian, selama ini menurutnya selalu bermasalah. “Hingga kini tak pernah memenuhi target,” tutur politikus Partai golongan Karya (Golkar) ini.

Belum lagi pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, selalu menelan anggaran besar. Untuk menyewa alat berat kepada pihak ketiga saja tidak kurang dari Rp 5 Miliar digelontorkan pertahunnya. “Dana tersebut cukup untuk membeli dua alat berat, kalau kita punya, bisa lebih efisien,” ungkapnya.

Untuk itu, Djoko menyarankan, pengelolaan sampah diserahkan kepada pihak swasta. Agar hasilnya bisa lebih baik. “Serta lebih efisien dari sisi anggaran,” bebernya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman menyebutkan persoalan sampah di Batam tidak ada habisnya. Hingga kini pemerintah belum menemukan solusinya. “Setiap tahun pasti ada penumpukan,” ungkapnya.

Karena itu, Hendra mendorong pemerintah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Seperti halnya di Surabaya, masyarakat diberdayakan, ikut andil dalam pengelolaan sampah. Membentuk bank sampah di setiap pemukiman warga. “Memang sudah ada, tapi belum berjalan dengan baik,” katanya lagi.

Pantuan di lapangan, penumpukan terjadi di sebagian besar perumahan di wilayah Batamcentre. Begitu pun di samping jalan umum, tumpukan sampah mengganggu pemandangan. “Bau dan banyak lalat,” kata Nur warga Perumahan Frensiana Garden, Batamcentre. Menurutnya, lalat yang berada di tumpukan sampah bahkan masuk ke rumah warga. “Kalau sampah tak diangkut, di rumah banyak lalat,” ungkapnya.

Ia khawatir, lalat menyebabkan penyakit.”Kami minta pemerintah serius bekerja, jangan hanya memungut iurannya saja,” tutupnya. (hgt)

Baca juga:

Selama Libur Panjang Banyak Sampah Tak Diangkut

Sampah Mulai Cemari Kawasan Objek Wisata Marina

Tak Diangkut, Sampah Menumpuk Lagi

Sampah di Kawasan Jodoh Meluber ke Jalan

Respon Anda?

komentar