Family Touring, Komunitas Motor Lingga Keliling Kepri

771
Pesona Indonesia
Komunitas Motor Kabupaten Lingga saat di Batam. foto:hasbi/batampos
Komunitas Motor Kabupaten Lingga saat di Batam. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Tentu tak mudah berkeliling Kepri menggunakan kendraan bermotor roda dua. Apalagi wilayah kepulauan yang terpisah oleh lautan. Namun, tidak bagi komunitas Motor Kabupaten Lingga, yang memanfaatakan waktu libur panjang selama 4 hari mengunjungi sejumlah kota dan ibukota Kepri, Tanjungpinang menggunakan motor dari Lingga.

Kegiatan yang diberi tema Family Touring, oleh anak-anak muda di Lingga dan pecinta motor tua, mereka berkeliling ke Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Waktu 4 hari libur panjang, dimanfaatkan komunitas motor Lingga bersilaturahmi dengankomunitas motor di Kepri. Meski hanya 12 motor, namun hal ini adalah kali pertama touring antar pulau dan kabupaten yang digelar di Kepri.

“Kita ke Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Memang belum semua kota, baru separuhnya. Cukup menyenangkan, bersilaturahmi ke kawan pecinta motor di Kepri,” ungkap Angga salah seorang peserta.

Kegiatan ini katanya adalah pertama kalinya yang pernah digelar komunitas motor Lingga.
“Rombongan ini terdiri dari 3 komunitas motor yang ada di Lingga. Dari komunitas DMK ada 3 orang peserta dengan 2 buah motor saja yang ikut. Sepuluh motor lainnya itu dari teman-teman komunitas pecinta motor di Dabosingkep,” sambung Angga.

Touring ini kata Angga mendapat sambutan luar biasa dari dari pecinta motor tua di Kepri. Baik komunitas vespa maupun motor-motor antik. “Paling berkesan dan hangat di Tanjungpinang. Komunitasnya besar, ada ratusan motor,” tutur Angga.

Untuk perjalanan laut maupun didarat, motor-motor antik tidak ada kendala berarti. Hanya butuh istirahat, karena mesin terlalu panas. Jarak tempuh lumayan menguras tenaga anggota. “Cuma rusak-rusak sedikit saja. Tapi masih bisa diatasi,” kata dia.

Sedangkan untuk biaya perjalanan yang dihabiskan para penggila motor klasik jenis Vespa tersebut, kata Angga, tidak begitu besar. Biaya yang paling mahal justru saat menyebrangi kendaraannya dari Daik ke Dabosingkep.

“Kita harus mengeluarkan dana sampai Rp 600 ribu untuk menyewa pompong, mengangkut motor kita ke Singkep. Setelah itu perjalan ke Batam kita pakai Roro yang biayanya sekitar 150 ribuan. Dari Batam ke Bintan, hanya 70 ribuan,” terangnya.

Kendala tersebut, lanjutnya lagi, karena Pulau Lingga dan Singkep belum di fasilitasi kapal penyeberangan Roll on Roll Off (Roro). Meskipun, pelabuhannya sudah siap sejak awal tahun 2016 lalu namun belum juga diaktifkan.

“Kita berharap, pemerintah cepat mengaktifkan. Teman-teman komunitas motor di Batam, Bintan dan Tanjungpinang, sudah mengagendakan turing ke Daik Lingga. Tapi kalau Roro belum juga aktif, kita terpaksa menunda agendanya,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar