Gadis 19 Tahun Diperkosa 19 Pria, Ini Respon Mabes Polri

1035
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Mabes Polri menegaskan akan menindak tegas 19 pelaku pemerkosa gadis 19 tahun di Manado. Termasuk dua oknum polisi yang juga ikut melakukan perbuatan keji itu.

“Siapapun pelakunya, kepolisian akan berupaya mengungkap semuanya. Siapapun yang berbuat harus bertanggungjawab,” tegas Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, Minggu (8/5/2016).

Boy Rafli menambahkan, pihaknya siap bekerjasama dengan semua lembaga diperlukan, baik itu pemda maupun lembaga lainnya untuk sama-sama menganalisis penyebab terjadinya aksi pemerkosaan.

Baca Juga: Gadis Cantik Umur 19 Tahun Digarap 19 Pria, Dua Pelaku Oknum Polisi

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Venetia Ryckerens Danes mengungkapkan, pihaknya akan mengawal dengan serius kasus ini.

“Sebab, dari keterangan-keterangan yang diperolehnya, melibatkan para pelaku dari institusi penegak hukum yakni polisi,” ujarnya.

Masalah ini, lanjutnya, akan dibawa dalam rapat kementrian bersama menteri. Nantinya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menurunkan tim Asdep kekerasan terhadap perempuan untuk melakukan pengawalan secara hukum dan juga proses rehabilitasi terhadap korban.

Diakui Venetia , kasus ini sudah terjadi tindakan kriminal berlapis. Pertama, sudah terjadi penculikan, lalu ada juga kasus ancaman, kekerasan, penipuan, dan juga penyalahgunaan kekuasaan.

“Kami akan menyurati Polda Sulut maupun Polda Gorontalo. Karena menurut informasi, ada dua TKP dalam kejadian ini, jadi bisa saja proses hukumnya ditangani dua Polda ini,” ujarnya.

Terkait hak-hak korban. Venetia meenjanjikan proses rehabilitasi hingga ia benar-benar melupakan apa yang pernah terjadi padanya.

“Ini merupakan kejahatan yang terorganisir,” sebutnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulut Erny B Tumondo menambahkan, pihaknya akan melakukan pemulihan secara bertahap terhadap korban.

Selaku pemerintah daerah yang bertanggungjawab atas masyarakatnya yang mengalami kejadian seperti ini, akan mengawal baik proses hukum maupun pemulihan kesehatan dari korban.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi anak ini merupakan anak yang baik, kenapa harus menjadi korban yang sebegitu mirisnya,” jelas Tumondo sampai meneteskan air mata.

Ketua Ikadin Sulut EK Tindangen menegaskan, pihak kepolisian jangan terkesan menutupi kasus ini, lantaran dugaan awal ada beberapa oknum polisi yang terlibat dalam kasus ini. Ia mendesak agar kepolisian baik Polda Sulut maupun Polda Gorontalo agar segera menggelar perkara kasus ini.

Menurutnya para saksi kunci dalam persitiwa ini, masih berkeliaran bebas. Padahal sudah tentu mereka terlibat dalam perencanaan pemerkosaan ini.

“Saya menuntut pihak kepolisian mengungkap secara terang menerang kasus ini, kami akan mengawal proses hukumnya,” tegasnya. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar