Gadis Cantik Umur 19 Tahun Digarap 19 Pria, Dua Pelaku Oknum Polisi

7209
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Wahai para gadis, waspadalah saa bepergiaan. Jangan suka jalan sendiri. Orangtua sebaiknya menemani saat anak gadisnya keluar rumah.

Pasalnya, saat ini penjahat kelami ada di mana-mana yang setiap saat mengintai anak-anak gadis, termasuk anak di bawah umur.

Ya, kasus Yuyun, siswi SMP di Rejang Lebong, Bengkulu, yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 remaja, sangat menggemparkan. Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses hukum.

Namun belum selesai kasus tersebut, muncul lagi kasus serupa. Kali ini di Manado. Seorang gadis inisial SC alias Siv, 19, diperkosa 19 pria hingga linglung. Lupa keluarga dan orang tuanya.

Ibu korban, Rina Supit, menjelaskan, dari pengakuan anaknya, ia dibuat tak sadarkan diri dengan narkoba jenis sabu. Ia hanya mengetahui ada sekitar 19 pelaku yang memerkosanya.

Saat ini, dia dibawa berobat ke Ternate, sebab kondisinya cukup parah pasca kejadian itu. Siv hampir-hampir ia tak mengenali orang yang berada di sekitarnya.

“Orang tua mana yang tega melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Saya sangat mengutuk perbuatan para pelaku, semoga Tuhan membalas tindakan keji mereka,” ujarnya sembari meneteskan air mata.

Kronologis kejadian kasus pemerkosaan yang membuat Siv jadi korban berawal, saat dia dijemput dua teman perempuannya Y dan M.

Keduanya merupakan teman sejak kecil. Siv dibujuk untuk pergi ke Gorontalo dengan modus jalan-jalan. Tak tahu ternyata dalam perjalanan pacar Y juga ikut. Di Desa Bolangitang, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), korban diduga dicokoki narkoba jenis sabu, hingga tak sadarkan diri.

Setibanya di Gorontalo korban langsung diboyong ke salah satu hotel pada 24 Januari 2016. Di situ ia disetubuhi bergantian beberapa pelaku.

Pada 25 Januari karena ada operasi kepolisian di wilayah tersebut, korban dipindahkan ke hotel lain. Lagi, korban dipaksa mengonsumsi narkoba dan diperkosa.

Setelah empat hari disekap di hotel, pada 29 Januari korban diantar pulang ke Manado dengan kondisi tubuh yang sudah penuh dengan memar-memar. Beberapa luka yang masih berdarah di bagian tubuh korban.

Manado Post (grup batampos.co.id) melaporkan, seperti tragedi Yuyun yang membuat miris hati karena baru menjadi perhatian publik satu bulan setelah kejadian, derita yang dialami Siv  juga mirip. Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang dialami Siv  juga baru diperhatikan berbagai kalangan empat bulan setelah kejadian.

Kasus yang sudah dilaporkan ke polisi dengan 19 pelaku itu pada 31 Januari 2016. Namun, hingga empat bulan tak kunjung tuntas diproses. Diduga, pembiaran itu terjadi karena dua di antara pelaku adalah oknum anggota kepolisian.

Orang tua korban akhirnya memberanikan diri membuka ke publik tentang nasib anaknya pada konferensi pers di Hotel Swiss Bell Manado Sabtu (7/5/2016). Mereka didampingi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulut.

Hamdi Canon, ayah Siv, berharap, peristiwa yang dialami anaknya ini dapat segera terungkap kejelasannya. Ia menginginkan para pelaku segera ditangkap dan diperiksa sesuai proses hukum yang berlaku.

“Sekarang anak saya masih trauma. Dia sangat terpukul. Karena itu saya meminta petinggi kepolisian tidak pandang bulu atas kejadian ini, karena menurut informasi ada dua pelaku merupakan anggota polisi,” ungkapnya. (gnr/tr/far/JPG/kim/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar