Kondisi Ekonomi Konsumen di Kepri Meningkat

595
Pesona Indonesia
Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk  foto:faradilla/batampos
Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Kondisi ekonomi konsumen di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan pertama tahun 2016 meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menctat, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) menunjukkan kurva meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya maupun bila dibandingkan pada triwulan akhir tahun 2015.

“ITK triwulan pertama tahun ini sebesar 101,56. Meningkat sedikit saja dibandingkan akhir tahun lalu yang hanya berada pada indeks 100,68,” terang Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk, kemarin.

Dumangar menjelaskan, ITK adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan
BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.

Jumlah sampel STK pada triwulan pertama tahun 2016 sebanyak 260 rumah tangga di Kepri. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih
akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu. Mulai triwulan pertama tahun lalu telah dilakukan penyempurnaan metode pencacahan dan penghitungan ITK. Responden STK dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan “wealth index“ dan merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan.

Dumangar melanjutkan, meningkatnya ITK Kepri di triwulan pertama tahun ini sekaligus jadi indikator bahwasanya kondisi ekonomi konsumen di Kepri sedang dalam kondisi yang baik. Ini jadi penting karena menyangkut pula tentang tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen.

“Pada triwulan pertama sedikit membaik, dengan peningkatan indeks tendensi konsumen sebesar 0,88 poin,” jelasnya.

Sebab itu, Dumangar optimistis kondisi ekonomi sedemikian ini tetap terjaga. Artinya, nilai ITK Kepri di triwulan kedua mendatang juga diprediksi bakal mengalami peningkatan. “Kami prediksikan ITK di triwulan kedua nanti bisa di angka indeks 107,15,” ucapnya.

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen ini, kata dia, didukung oleh meningkatnya indeks pendapatan rumah tangga mendatang dan indeks rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta atau hajatan masing-masing dengan indeks sebesar 106,76 dan 107,85. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar