Lulus UN, Tapi Nilai Tidak Standar, Siswa Wajib Ikut Ujian Perbaikan

9737
Pesona Indonesia
Siswa SMA 2 Karimun tersenyum setelah mengetahui mereka lulus 100 persen. foto:tri haryono/batampos
Siswa SMA 2 Karimun tersenyum setelah mengetahui mereka lulus 100 persen. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Sabtu (7/5) lalu, secara serentak pengumuman hasil kelulusan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat se Indonesia. Untuk Kabupaten Karimun, dari 2.930 pelajar yang mengikuti Ujian Nasional (UN) dengan 32 sekolah yang meliputi SMA negeri dan swasta ada 17 sekolah, Madrasyah Aliyah (MA) 5 sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 8 sekolah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) 2 sekolah dan Paket C.

”Hanya 4 pelajar yang tidak lulus, dengan berbagai faktor yang tidak dapat dibantu oleh sekolah. Sedangkan Kabupaten Karimun masuk dalam peringkat ke-3 se Provinsi Kepri dengan persentase 99,86 persen naik dari tahun 2015 hanya 99,09 persen,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Karimun, MS Sudarmadji.

Sebelumnya, siswa yang terdaftar ikut UN ada 2.933 pelajar, namun satu orang meninggal dunia, dua orang lagi mengundurkan diri. Sedangkan, empat pelajar yang tidak lulus tersebut yaitu siswa SMAN I Moro ada dua orang, kemudian SMK Widya Karimun satu orang dan SMKN I Karimun satu orang.

”Kalau dilihat presentasi. Alhamudilillah, Kabupaten Karimun naik tingkat kelulusannya,” ucapnya.

Akan tetapi, kata Sudarmadji lagi, para pelajar tersebut walaupun sudah lulus. Namun, mereka harus mengikuti Ujian Perbaikan yang nilai UN-nya tidak memenuhi nilai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 55. Artinya, para pelajar tersebut tetap harus mengikuti Ujian Perbaikan dari mata pelajaran yang di UN kan dibawah standar.

”Kalau untuk meneruskan ke jenjang perguruan tinggi tidak ada masalah. Tapi hari ikut ujian perbaikan, agar nilai UN-nya memenuhi standar yaitu 55, sesuai mata pelajaran nantinya. Dan akan dilaksanakan di SMK Yaspika secara online, seusai lebaran nanti,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 2 Karimun Rustam mengatakan, dari 234 pelajar yang mengikuti UN mereka lulus 100 persen. ” Syukurlah anak didik kita lulus semuanya. Memang saya akui, rata-rata nilai UN-nya kurang memuaskan, makanya mereka harus ikut ujian perbaikan nantinya,” singkatnya.

Pantauan dilapangan, usai pengumuman kelulusan para pelajaran tersebut melakukan aksi konvoi menuju keliling kota Tanjungbalai Karimun. Yang sebelumnya menggunakan pakaian melayu, setelah keluar sekolah mereka langsung berganti pakaian putih abu-abu dengan coret-coret bersama rekan-rekannya.

”Lulus saya bang. Dengan meluapkan cat baju sebagai kenang-kenangan,” tuturnya salah seorang siswi SMAN 2 Karimun sambil berlalu.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar