Mengenal Sadiq Khan Anak Sopir Bus dan Tukang Jahit yang Kini, Jadi Walikota

1048
Pesona Indonesia

khansadiqbatampos.co.id – Sadiq Khan terpilih sebagai Wali Kota London setelah mengalahkan rivalnya, Zac Goldsmith dari Partai Konservatif dalam pemilu pada Sabtu (7/6). Siapa dia? Khan, 45, lahir dari keluarga keturunan Pakistan yang menetap di kota kecil, Tooting di London Selatan. Ayahnya ialah sopir bus, sementara ibunya seorang penjahit. Bersama dengan tujuh saudara kandungnya, Khan dibesarkan di perumahan yang disubsidi pemerintah setempat.

Dalam situsnya, Khan bercerita mengenai latar belakang keluarganya.

“Cerita saya adalah cerita tentang London. Ayah saya seorang supir bus dan ibu saya seorang tukang jahit. London memberi saya kesempatan untuk berkembang, dari rumah susun dan menjalankan usaha yang berhasil dan menjabat di kabinet,” katanya.

Seperti jutaan warga Inggris lainnya, Khan juga merupakan penggemar berat olahraga. Uniknya, ia tidak membela klub asal London seperti Chelsea atau Arsenal, melainkan merupakan penggemar berat klub sepak bola Liverpool.

“Pengalaman pertama saya menonton sepakbola adalah saat menonton Chelsea di Stamford Bridge bersama dua kakak saya dan mendapatkan kekerasan diskriminatif di sana,” ujar Khan menjelaskan mengapa ia memilih The Merseyside daripada klub London.

Selain sepakbola, Khan juga merupakan penggemar klub kriket Surrey Country dan sering berlatih olahraga tinju dengan saudaranya.

Khan mengawali karir politiknya dengan menjabat sebagai anggota dewan termuda di London pada usia 23 tahun, sejak terpilih sebagai perwakilan daerah Tooting pada 1994 hingga 2006. Khan juga menjabat sebagai pemimpin Liberty, organisasi penegak HAM di Inggris dan Wales selama tiga tahun.

Khan kemudian terpilih sebagai anggota parlemen Muslim pertama di Inggris pada 2005. Karir Khan terus meroket hingga menjabat sebagai Menteri Transportasi untuk London pada 2009 dan 2010, ketika pemerintahan Buruh digulingkan dan digantikan oleh koalisi pemerintahan Konservatif dan Liberal Demokrat.

Tumbuh besar di rumah subsidi seperti kebanyakan keluarga imigran dan kelas pekerja lainnya di London, Khan mengusung janji untuk mengatasi tingginya harga hipotek dan sewa rumah di London, yang berada di luar jangkauan rata-rata warganya.

Dalam salah satu wawancara, Khan mengemukakan salah satu alasannya mencalonkan diri sebagai wali kota London adalah karena, “Saya ingin semua warga London mendapatkan peluang yang sama seperti yang diberikan kota ini kepada saya.”

Memeluk keyakinan sebagai seorang Muslim, Khan dikenal sebagai sosok yang memiliki toleransi tinggi. Pemenang Politician of The Year dalam ajang penghargaan British Muslim Awards 2016 tersebut mengaku sempat dikirimi ancaman pembunuhan setelah memberikan persetujuan terhadap Undang-Undang Pernikahan Sesama Jenis pada tahun 2013.

Berbagai sumber tabloid lokal melaporkan bahwa imam masjid di Kota Bradford, Inggris, sempat memberikan fatwa agar ia menyatakan diri telah keluar dari agama Islam.

Akibat ancaman tersebut, pihak kepolisian pun sempat meminta Khan untuk melaporkan keamanannya dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, meski tak meminum alkohol, Khan juga sempat mengunjungi beberapa kelab malam dan menyerukan agar kelab malam di Inggris tak ditutup.

Setelah sebelumnya sempat dikabarkan menyetujui pemboikotan terhadap perusahaan Israel, Sodastream, demi perdamaian, Khan merevisi pernyataannya tersebut.

Menurut Khan, boikot yang diberikan terhadap Israel tidak akan menyelesaikan masalah dan menciptakan perdamaian, namun justru hanya akan menyusahkan para buruh yang bekerja di perusahaan Sodastream International.

Lebih lanjut ia juga menyatakan akan melindungi hak seluruh warga London, termasuk para warga Yahudi.

Khan menikah dengan sesama pengacara, Saadiya Khan, pada 1994 dan dikaruniai dua anak perempuan. Tiga tahun setelah terpilih sebagai anggota Parlemen Inggris, Khan menulis buku berjudul Fairness Not Favours -Bagaimana Menghubungkan Warga Muslim Inggris.

Rival Khan, Goldsmith, merupakan putra seorang miliarder. Dalam kampanyenya, Goldsmith dinilai meluncurkan kampanye hitam, dengan menuduh Khan memiliki pandangan antisemitisme dan ekstremisme.

Kampanye Goldsmith ini bahkan didukung oleh Perdana Menteri David Cameron yang menyatakan Khan dekat dengan sejumlah orang yang memiliki pandangan ekstremisme.

Menampik tuduhan ini, Khan menyatakan ia tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa ia berurusan dengan “beberapa karakter yang cukup menjijikkan” selama bekerja sebagai seorang pengacara hak asasi manusia dan sebagai pemimpin Liberty.

Andrew Boff, tokoh Konservatif senior di London, mengkritik taktik Goldsmith, dan menilai tindakan Goldsmith mungkin telah merusak hubungan partai dengan komunitas Muslim.

Setelah terpilih, Khan menuduh Partai Konservatif menjalankan “kampanye jahat” dan menyatakan, “Sebagai walikota, saya akan menjadi Muslim Inggris yang berjuang melawan para ekstremis.”

Sebagai wali kota, Khan akan bertanggung jawab mengambil kebijakan di London untuk urusan transportasi, perumahan, dan lingkungan. Dia tidak berwenang untuk mengurus distrik finansial kota tersebut. ***

Respon Anda?

komentar