Patok Lahan Dicabut, Warga Tanjungbuntung Nyaris Bentrok dengan Suruhan Bos Golden Prawn

1304
Pesona Indonesia
Warga Tanjungbuntung saat di lokasi lahan. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Warga Tanjungbuntung saat di lokasi lahan. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Puluhan warga Tanjungbuntung nyaris terlibat bentrok dengan orang suruhan pemilik Golden Prawn, Tekpo atau Abi Golden Prawn. Adapun bentrokan ini dipicu oleh pencabutan patok lahan warga yang dilakukan oleh orang suruhan Abi.

Melihat orang suruhan Abi mencabut patok lahan yang terletak tepat di depan Polsek Bengkong, ketua forum komunikasi masyarakat Tanjungbuntung (FKMTB), Abu Fahmi tidak tinggal diam. Ia langsung mendatangi lokasi dan menghentikan pencabutan patok lahan tersebut.

“Saya dapat laporan dari masyarakat bahwa ada orang suruhan Abi mau mencabut patok lahan ini. Atas dasar apa mereka mau mencabut patokan lahan ini, apakah mereka mempunyai surat-surat,” ungkap Abu Fahmi ketika dijumpai di Mapolsek. Bengkong, Senin (9/5).

Lebih lanjut Abu menjelaskan status lahan seluas 30 hektar tersebut telah diduduki warga selama puluhan tahun. Selain itu, dari pihak BP Batam telah mengakui bahwasanya lahan itu dimiliki oleh warga.

“Kemarin pihak BP Batam telah mendatangi lokasi tersebut, dan mereka telah mengakui bahwa lahan itu memang dimiliki oleh warga sekitar,” lanjut Abu.

Demi menghindari bentrokan yang lebih besar antara kedua belah pihak, jajaran anggota Polsek Bengkong langsung mengamankan kedua belah pihak untuk di lakukan mediasi.

“Permasalahan ini mestinya harus kita selesaikan secara damai. Jadi tidak perlu dengan kekerasan,” ungkap Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto.

Dalam mediasi yang dilakukan oleh kedua pihak, polisi mengupayakan pemanggilan terhadap Abi. Namun, setelah ditunggu, Abi tidak kunjung datang pada pertemuan ini hingga mediasi berakhir.

Sementara itu, dalam mediasi Abu menunjukkan semua surat-surat terkait lahan ini. “Ini semua surat-surat terkait lahan ini saya bawakan,” tegas Abu.

Abu berharap agar pemerintah segera turun tangan secara langsung dalam menyelesaikan masalah ini. “Kalau ingin memiliki lahan, silahkan reklamasi laut bukan menyerobot lahan milik warga. Kita minta pemerintah ambil andil dalam masalah ini, agar warga tidak dirugikan,” pungkasnya. (eggi)

Respon Anda?

komentar