PAW Erianto dan Almarhum Sofyan Samsir Menunggu Surat dari Partai

709
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak menyatakan, hingga kini proses pergantian antar waktu (PAW) dua anggota legislatif belum bisa diproses. “PAW itu bisa diproses kalau ada surat dari partai politiknya. Karena kami belum terima barang itu, jadi belum bisa diprosesnya,” ungkap Jumaga, kemarin.

Dua anggota DPRD Provinsi Kepri yang sudah bakal pasti menjalani pergantian antar waktu adalah Erianto dari Partai Demokrat dan mendiang Sofyan Samsir dari Partai Golkar. Bila pergantian antar waktu Sofyan Samsir sudah dipastikan karena politisi dari daerah pemilihan Natuna dan Anambas ini meninggal dunia, lain ceritanya bagi Erianto yang juga berasal dari dapil yang sama.

Sebagaimana yang diketahui bersama, bahwasanya politisi Partai Demokrat tersebut terjerat kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dan sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Kelanjutan status Erianto sebagai anggota legislatif berpulang ke tangan partai. Namun, informasi terakhir yang diterima Jumaga, Ketua Fraksi Partai Demokrat menyatakan bahwa ada pakta integritas yang sudah diteken bersama.

“Kata Ketua Fraksinya, kalau menyangkut masalah hukum langsung dipecat, langsung diurus PAW-nya,” tutur Jumaga.

Bila nanti surah rekomendasi PAW sudah diterima Jumaga, proses selanjutnya adalah pengusulan pengganti keduanya ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Kepri. Karena itu, Jumaga meminta kepada partai politik yang bersangkutan bisa segera menyerahkan surat proses PAW masing-masing anggotanya.

Jumaga juga menegaskan, apapun yang terjadi dalam dinamika lembaga legislatif selama periode kepemimpinannya, fungsi-fungsi dan kerja-kerja legislasi tetap berjalan. “Ini yang paling penting. Saya dan teman-teman lain tetap bekerja memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar