Polisi Tangkap Lima Pemain Judi Online di Tanjungpinang

994
Pesona Indonesia
Polisi memeriksa sejumlah pemain judi online yang ditangkap Sabtu malam. foto: ist
Polisi memeriksa sejumlah pemain judi online yang ditangkap Sabtu malam. foto: ist

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang mengamankan lima orang yang kedapatan bermain judi online dari tiga warnet, Sabtu (07/5) sekitar pukul 22. 00 WIB.

Kelima orang yang diamankan tersebut diantaranya yakni Es (35), WM (24) di warnet Hembas yang terletak di Jalan Di Panjaitan Kilometer Tujuh. Lalu Ay (22), Ar (28), di warnet Link Net, dan Ys (31) di TS Net.

Penangkapan terhadap penggila judi online tersebut dilakukan atas maraknya laporan dari masyarakat akan praktek Judi Online di kota Tanjungpinang yang kemudian dilakukan tindak lanjut oleh petugas dengan menggelar operasi di berbagai warnet yang diduga lokasi tempat perjudian tersebut.

”Kelima tersangka kami amankan dari 3 TKP warnet, atas tindakan praktek judi yang dilakukan para tersangka berupa jenis judi online seperit RgoPoker, NagaBola dan 7meter,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan, Minggu (8/4).

Dikatakan Andri, dalam penangkapan itu, selain mengamankan ke lima tersangka pihaknya juga mengamankan barang bukti yang diduga sebagai alat pendukung bagi mereka untuk melakukan perjudian online tersebut.

”Adapun barang bukti yang kita amanakan dari Hembas Net sebanyak 2 unit komputer Merk LG warna Hitam, dua buah ATM BCA milik Es dan WM dan satu lembar Slip Pengiriman dari Tersangka Es. Di lokasi Links-Net barang bukti yang kami amankan 1 unit komputer Merk Rexus warna Hitam, monitor Merk Acer dan 1 buah ATM BCA milik AY. Sementara dari lokasi TS-NET kami amankan 1 unit komputer Merk Power Logik, Monitor Merk Acer dan 1 buah ATM BCA An. Ys,” kata Andri.

Untuk kelima tersangka, jelas Andri, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu pihaknya juga melakukan pengembangan terkait praktek perjudian online tersebut.

”Kelima tersangka dan barang bukti kita amankan di Polres Tanjungpinang, dan kepada tersangka dijerat dengan pasal 303 Bis K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkas Andri. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar