Reuni SMA 1 Tanjungpinang, Alumni di Luar Negeri Bergabung, Walikota Batam Jadi Ketua

3558
Pesona Indonesia
Keriangan malam puncak Reuni Smansa 1 Tanjungpinang, Sabtu (7/5), di Hotel CK Tanjungpinang. Pada malam ini mereka dihibur dengan lagu-lagu lawas Koes Plus. F. Faradilla / Batam Pos
Keriangan malam puncak Reuni Smansa 1 Tanjungpinang, Sabtu (7/5), di Hotel CK Tanjungpinang. Pada malam ini mereka dihibur dengan lagu-lagu lawas Koes Plus. F. Faradilla / Batam Pos

batampos.co.id – Selama 60 tahun, SMA 1 Tanjungpinang telah melahirkan generasi emas. Tapi panggung reuni ada bukan untuk bercerita status hari ini. Melainkan, sukacita dan kegilaan di masa muda.

Dan lagu-lagu lawas Koes Plus pun berdendang dari atas panggung. Tembang semacam Why Do You Love Me, Bujangan, Olala, Kisah Sedih di Hari Minggu, Kapan-Kapan, hingga Cubit-cubitan menggema di aula utama Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (7/5) malam. Semua yang hadir larut dalam sukacita. Bernyanyi bersama. Goyang Bersama. Hingga kan lupa lagu-lagu ini memulangkan pada ingatan kejayaan di masa muda.

Mereka yang meriung di aula besar itu adalah para peserta Reuni Akbar 60 Tahun SMA 1 Tanjungpinang. Dari alumni tahun 1958 hingga tahun 2016, yang baru sejenak diumumkan kelulusannya. Dalam wadah Ikatan Kekerabatan Alumni SMA (Ikasma) Negeri 1 Tanjungpinang mereka berkumpul jadi saudara. Permusuhan-permusuhan masa muda sirna. Yang tinggal hanyalah kenangan indah yang baiknya dirayakan bersama.

Tembang Koes Plus silih berganti menjadi pelatuk yang memulangkan kenangan itu dalam kepala. Bertukar cerita kejayaan masa muda wajib hukumnya. Berdansa di muka panggung semua tak ingin melewatkannya. Mereka adalah orang-orang yang percaya usia hanya sebatas deret angka. Sedangkan keceriaan adalah abadi dan jiwa tetap muda.

Ketua Panitia Pelaksana, Profesor Syafsir Akhlus tak dapat menyembunyikan bahagianya. Menurut alumni tahun 1979 ini, kesuksesan menggelar reuni akbar ini adalah bukti sahih betapa seragam putih abu-abu telah menyatukan ribuan manusia. “Kalau tidak, mana mungkin bisa menggelar reuni akbar sepuluh tahun sekali yang begitu spesial ini,” ungkapnya.

Bagaimana tidak spesial, reuni bagi sebagian alumni juga jadi tiket pulang ke Tanjungpinang. Ada yang terbang dari Australia, Perancis, Belanda, hingga Amerika hanya untuk dapat bertukar cerita dan merajut kenangan di masa muda. Solidaritas yang tidak bertepi ini menjadikan acara berlangsung begitu hangat dan gayeng.

“Ada tiga ribu orang yang bertukar cerita selama tiga hari di Tanjungpinang. Sudah pasti, kawan baru kita terus bertambah. Tapi kawan lama jangan dilupa. Hari ini kita kembali dalam suasana haru seragam putih abu-abu. Semoga kita masih bisa bertemu di tahun 2026 nanti,” kata Akhlus disambut tepukan gemuruh.

Dalam reuni yang digelar sepuluh tahun sekali ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi terpilih sebagai Ketua Umum Ikasma selama lima tahun mendatang. Alumni tahun 1983 ini mengungkapkan, sebuah kehormatan dapat tergabung dalam wadah besar lintas generasi. Kepada senior dan juniornya, Rudi mengajak semuanya dapat menyumbangkan tenaga dan pemikirannya buat pembangunan Kepri ke depannya. “Sudah semestinya apa yang bisa dilakukan ya kita lakukan bersama untuk membangun daerah sebagai rumah kita sendiri,” ungkapnya.

Nuansa kebersamaan tidak hanya milik sesama alumni. Lulusan tahun 1986, misalnya. Mereka malah berinisiatif untuk berbagi dengan generasi penerus SMA 1 Tanjungpinang hari ini. Total, ada Rp 20 juta hasil kumpul-kumpul beberapa anggotanya. “Kami berikan kepada sekolah untuk biaya pendidikan 20 orang siswa di kelas XII tahun depan,” kata Baringin Nababan, alumni 1986.

Dengan begitu, alumni 1986 berharap sekolahnya dapat kembali melahirkan generasi-generasi emas yang mengharumkan. “Buat adik-adik kami, jangan pernah menyerah mengenyam pendidikan untuk terus berprestasi,” ungkap Baringin.

Malam puncak reuni jadi lebih semarak lantaran di pungkasan seluruh alumni diajak bertandak. Ada Mak Dara, penari dangkong legendari lintas zaman yang jadi pemandu. Diiringi alunan musik Melayu semua alumni tumpah ruah berjoget. Tak lupa di sela-sela menari terselip cerita-cerita semasa muda. ‘Dulu, masih ingat tak…’ adalah kalimat pembuka segala cerita yang menguar di sudut-sudut ruang acara.

Sementara itu, di ujung sudut belakang, ada seorang perempuan yang tak lagi muda yang pundaknya bergoncang hebat. Lirik tembang ‘Kapan-Kapan’ gubahan Koes Plus membuatnya tak kuasa menahan air mata bertumpahan, berjatuhan. Lantas seorang temannya datang. Mendekapnya erat. Mengusap air di pipinya.

Lalu menarik lengannya dan mengajaknya menari sembari bernyanyi, “Kapan-kapan kita berjumpa lagi. Kapan-kapan kita bersama lagi. Mungkin lusa atau di lain hari…” Hingga pada akhirnya, mereka saling berangkul dan mengikat janji agar tetap sehat hingga di tahun 2026! (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar