Sadiq Aman Khan, Putra Sopir Bus yang Menjadi Walikota Muslim Pertama di London

497
Pesona Indonesia
Sadiq Aman Khan. (foto: AFP)
Walikota London, Sadiq Aman Khan. (foto: AFP)

batampos.co.id – Pertama kalinya dalam sejarah, seorang politikus muslim terpilih sebagai wali kota di London, Inggris.

Sadiq Aman Khan, putra seorang imigran muslim asal Pakistan, berhasil mengalahkan kandidat kaya raya Zac Goldsmith dalam perhitungan suara yang berlangsung ketat.

Terpilihnya Khan menjadi bukti bagi dunia bahwa masyarakat London tidak takut pada terorisme yang belakangan melekat pada ideologi Islam.

Dalam pemungutan suara yang berlangsung Kamis (7/5), kandidat dari Partai Buruh itu berhasil meraih 56,8 persen suara. Itu berarti, 1,3 juta orang memberinya mandat sebagai wali kota. Khan mengungguli Zac Goldsmith dari Partai Konservatif yang hanya meraih 43,2 persen.

Hasil itu membuat Khan berhak menerima mandat tertinggi dari masyarakat ibu kota. Tidak hanya menjadi muslim pertama yang memimpin London, pria 45 tahun tersebut menjadi muslim pertama yang berkuasa atas salah satu ibu kota terpenting di Barat.

Namun, di Eropa, Khan merupakan muslim kedua yang menjadi wali kota. Sebab, sebelumnya ada Ahmed Aboutaleb yang menjadi wali kota Rotterdam, Belanda.

Kemenangan Khan tentu menjadi hadiah bagi Partai Buruh yang belakangan seolah semakin sulit menghimpun dukungan masyarakat.

Persaingan untuk menjadi orang nomor satu di London berlangsung sangat ketat antara Khan dan Goldsmith. Bukan hanya perbedaan partai dan ideologi, dua tokoh itu juga bagaikan bumi dan langit.

Khan yang putra seorang imigran asal Pakistan terbiasa hidup sederhana dan banyak berjuang. Sebaliknya, Goldsmith yang empat tahun lebih muda adalah gambaran politikus mapan yang lahir di tengah keluarga kaya raya.

Khan adalah anak kelima di antara delapan bersaudara. Dia hanyalah anak seorang sopir bus berdarah Pakistan yang menjadi imigran di London. Sejak usia 27 tahun, ayah dua anak itu pernah menjadi kuasa hukum kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. (jpnn)

Respon Anda?

komentar