Warga Keluhkan Fasilitas dan Layanan RSUD Dabo

718
Pesona Indonesia

dokterbatampos.co.id – Salah seorang warga Dabo Singkep, Zainal Abidin atau yang sering disapa dengan sebutan Pinal, mengeluhkan layanan dan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep yang saat ini pada taraf mengkhawatirkan karena tidak maksimal dan profesional. Hal ini dialami Pinal setelah mengantarkan ibunya untuk rawat inap di rumah sakit tersebut.

“Ibu saya peserta ASKES dan BPJS untuk mendapatkan kamar VIP saja tidak dapat terakomodir, dengan alasan kamar penuh,” kata Pinal ketika memberikan keterangan kepada wartawan koran ini di Dabo Singkep, Minggu (8/5) pagi.

Ironisnya, setelah Pinal mengecek sendiri seluruh kamar VIP yang ada di RSUD Dabo, pria berbadan tambun ini mendapati dua kamar VIP yang kosong. Bahkan ketika dikonfirmasi kepada petugas RSUD yang ada, mereka mengaku tidak mengetahui kalau ada kamar yang kosong.

Tidak hanya sampai di situ, Pinal juga mengaku kesal karena RSUD tidak memiliki obat-obatan sehingga pasien terpaksa membeli obat ke apotek di luar rumah sakit. Terlebih, fasilitas rumah sakit seperti peralatan medis banyak yang sudah tidak layak untuk digunakan lagi.

Akibat kondisi ini, Pinal mengatakan, dokter yang ada di RSUD tidak dapat berbuat banyak sehingga dokter hanya dapat mengeluarkan surat sakti yakni memberikan pasien rujukan agar dapat berobat ke Tanjungpinang.

“Saya melihat sendiri, saudara saya saja hanya mengalami pitam pada pandangan harus di rujuk ke Tanjungpinang,” ujar Pinal kesal.

Selain obat yang tidak lengkap, Pinal juga mengaku pernah diberikan sepucuk resep. Untuk kesembuhan, Pinal tak banyak ambil pusing dan langsung membawa resep tersebut ke apotik di luar RSUD. Setelah sampai di apotik Pinal mengaku terkejut karena apotik memberikan jarum infus sesuai yang tertera dalam resep tersebut.

Menurut Pinal, RSUD yang dulunya menjadi rujukan banyak warga di Kepri untuk berobat, namun saat ini pada taraf yang sangat mengkhawatirkan karena jarum infus saja harus dibebankan kepada pasien yang notabenenya peserta BPJS.

Pinal juga mengaku pernah melihat salah seorang pasien dari pulau yang masuk ke RSUD Dabo karena kekurangan darah. Namun keesokan harinya pasien tersebut telah tiada. Kondisi yang sangat meresahkan ini juga sering dialami masyarakat Kabupaten Lingga yang berobat ke RSUD dengan berbagai macam keluhan ketidaknyamanan yang mereka yang mereka alami.

Hingga saat ini, Pinal mengaku kalau ibunya masih dirawat di RSUD namun tidak mendapat perawatan yang maksimal. Untuk itu, dia meminta kepada pemimpin daerah agar memberikan perhatian sedikit kepada pelayanan kesehatan di daerah ini.

“Saya sebagai masyarakat kecil meminta kepada Bupati agar meluangkan waktu sedikit saja memperhatikan kondisi RSUD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat ini,” ujar Pinal.

Sayangnya Direktur RSUD Dabo dr Raimon tidak dapat dihubungi untuk memberikan konfirmasi terkait keluhan masyarakat yang berobat di RSUD tersebut. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar