7 Anak Bawah Umur yang Ikut Garap dan Bunuh Yuyun Divonis Penjara 10 Tahun

6266
Pesona Indonesia
Rekonstruksi kasus pemerkosaan Yuyun. Foto: dok/JPG
Rekonstruksi kasus pemerkosaan Yuyun. Foto: dok/JPG

batampos.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, menjatuhkan vonis penjara masing-masing 10 tahun pada 7 anak usia bawah umur yang terlibat dalam perkosaan dan pembunuhan Yuyun, bocah 14 di Bengkulu, pada persidangan Selasa (10/5/2016).

Hakim Neni Farida yang memimpin persidangan menilai ketujuh pelaku, meski masih usia di bawah umur namun bersalah melakukan tindakan sadis terhadap anak di bawah umur hingga layak dihukum penjara 10 tahun.

“Memvonis pelaku dengan hukuman penjara 10 tahun,” kata Neni, usai persidangan.

Menanggapi putusan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan tidak akan melakukan banding. Sebab, vonis yang dijhatuhkan sudah sesuai dengan keinginan JPU.

Baca Juga: Gadis 19 Tahun Diperkosa 19 Pria, Ini Respon Mabes Polri

Kajari Rejang Lebong, Eko W, juga membenarkan kalau vonis tersebut seuai dengan apa yang jaksa harapkan.

Pada persidangan tuntutan, JPU memang meminta hakim menghukum mereka sepuluh tahun penjara.

Seperti diketahui, kasus pemerkosan yang disertai pembunuhan terhadap Yuyun, siswi SMP 5 Satu Atap Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu sudah terbongkar oleh aparat kepolisian.

Sebanyak 12 dari 14 pelaku telah diringkus dan dinyatakan sebagai tersangka. Dua lainnya masih menjadi buronan. Sedangkan 12 pelaku yang telah ditangkap dan telah menjalani persidangan.

Baca Juga: Gadis Cantik Umur 19 Tahun Digarap 19 Pria, Dua Pelaku Oknum Polisi

Dari hasil pemeriksaan aparat Polres Rejang Lebong dan Polsek PUT, pelaku menodai korban hingga menghabisi nyawanya sangat begitu sadis dan tidak manusiawi.

Dilansir dari Bengkulu Ekspres (batampos.co.id Group), Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto menerangkan, pembunuhan itu diawali dari para pelaku yang meminum minuman keras (miras) jenis tuak. Hingga ke-14 pelaku itu mabuk.

Mereka menenggak miras itu di rumah salah seorang pelaku yang berinisial De (19).

“Sebelum kejadian para tersangka ini mengkonsumsi tuak yang mereka beli di Desa Belumai II, yang kemudian mereka konsumsi bersama-sama,” terang Kapolres.

Usai pesta tuak tersebut, kemudian ke-14 tersangka pergi ke tempat kejadian perkara, yakni di Sawangan antara Dusun 4 dengan Dusun 5 Desa Kasie Kasubun.

Saat itu para tersangka itu tengah nongkrong dengan pengaruh minuman keras jenis tuak. Kebetulan waktu itu korban yang baru pulang sekolah melintas di tempat para tersangka itu nongkrong.

Ketika itulah mulai muncul niat keji dari para pelaku. Korban diseret para tersangka kedalam semak-semak kebun karet, yang tak jauh dari tempat korban ditemukan.

“Sebelum diperkosa dan dibunuh, korban diikat terlebih dahulu oleh para tersangka,” jelas Kapolres.

Usai diikat kemudian korban diperkosa secara bergiliran oleh para tersangka, dimana tersangka pertama yang melakukan pemerkosaan adalah De.

Baca Juga: Jokowi Setuju Pemerkosa Anak Dikebiri, Minta Payung Hukum Dirampungkan

Berdasarkan pengakuan para tersangka pemerkosaan yang dilakukan para tersangka bukan hanya sekali namun satu tersangka bisa dua atau tiga kali.

Ketika itu tersangka De sempat mencekik leher korban.

Para tersangka pun memperkosa korban pun dengan tidak dengan cara manusiawi. Bukan hanya melalui alat kelamin korban, melainkan juga dari anus dan mulut korban. Diduga akibat perbuatan para tersangka tersebut korban langsung meninggal dunia.

Saking kejinya perbuatan para pelaku, saat dilakukan visum atas mayat korban, bagian dalam kelamin dan anus korban sudah menyatu.

Tidak sampai di sana kebiadapan tindakan para pelaku, korban dibuang ke dalam semak yang tak jauh dari kebun karet tempat mereka melakukan perbuatan kejinya itu.

“Dari 12 tersangka yang berhasil diamankan itu, yang pertama diamankan adalah De, To, dan Da,” AKBP Dirmanto.

Ketiganya diamankan pada Jumat (8/4) lalu, di kediaman masing-masing.

Dari tiga tersangka itu polisi mendapatkan petunjuk lain dan melakukan pengembangan hingga 9 tersangka lainnya dapat amankan pada Sabtu (9/4/2016).

Lagi-lagi para pelaku dibekuk di kediaman masing-masing dalam waktu yang berbeda. (gun/mia/jpgrup)

Respon Anda?

komentar