8 Narapidana di Karimun Lulus UN Paket C

463
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kelulusan peserta UN tingkat SLTA sederajat se Kabupaten Karimun yang diumumkan Sabtu (7/5) akhir pekan lalu, tidak hanya diraih oleh mereka yang menumpuh pendidikan reguler. Tapi, seperti 8 orang narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungbalai Karimun juga dinyatakan lulus paket C atau setara SLTA.

”Tahun ini, memang ada warga binaan atau narapidana kita yang mengikuti ujian paket C sebanyak 8 orang. Dari laporan yang kita terima, semuanya lulus dengan jurusan IPS. Adanya warga binaan yang mengikuti ujian paket C merupakan salah satu program pembinaan yang kita jalankan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karimun. Tentunya dengan kelengkapan persyaratan yang diwajibkan,” ujar Kepala bagian Keamanan Dalam Rutan Tanjungbalai Karimun, Raja Zainal, Senin (9/5).

Pada tahun lalu, katanya, pihaknya juga menyelenggarakan hal yang sama. Warga binaan yang mengikuti ujian paket tahun ini melaksanakan ujian di aula yang ada di dalam Rutan dan mendapatkan pengawasan dari petugas. Perlu diketahui, 8 orang yang mengikuti ujian paket C dan dinyatakan lulus tersebut bukan merupakan warga binaan di bawah umur. Selain itu, sudah menjalani hukuman pidana penjara lebih dari satu tahun. Dengan tindak pidana berbagai jenis, seperti narkoba, penganiayaan dan ada juga kasus pencabulan.

Sementara untuk paket B tahun ini, Zainal menyebutkan, tidak ada warga binaan yang terdaftar. ”Karena, untuk mengikuti ujian paket, administrasi harus lengkap. Seperti 8 orang yang telah dinyatakan lulus paket C, harus membuktikan diri telah memiliki ijazah SLTP. Setelah itu pernah bersekolah di SLTA, namun tidak tamat. Makanya, didaftar untuk mengikuti ujian paket,” jelasnya.

Kemudian, tambah Zainal, meski tidak ada yang mengikuti paket B tahun ini, tapi untuk paket A atau setara SD sudah terdaftar 11 orang. Hanya saja, kondisinya saat ini yang masih ada di dalam Rutan tinggal 4 orang. Selebihnya, tiga orang sudah ada yang dpindahkan ke Lapas Batam dan Tanjungpinang. Sisanya, 4 orang lagi telah bebas. Untuk yang telah bebas akan dihubungi untuk bisa mengikuti ujian paket ini. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar