Ahok Kembali Diperiksa KPK Terkait Izin Prinsip Reklamasi Teluk Jakarta

702
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Foto: dokumen JPNN.Com
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id -Kasus dugaan suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Reklamasi Teluk Jakarta terus bergulir.

Selasa (10/5/2016) hari ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus tersebut. Namun, status Ahok masih sebagai saksi.

“Yang bersangkutan juga ditanya soal tentang latar belakang penetapan besaran kontribusi dan perizinan reklamasi yang dikeluarkan selama dia menjabat,” kata Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati, Selasa (10/5/2016).

Ahok rencananya akan datang ke KPK memenuhi panggilan penyidik pada pukul 10.00 WIB.

Dari 17 pulau reklamasi Ahok telah mengeluarkan beberapa izin. Pada 10 Juni 2014, Ahok menerbitkan surat perpanjangan izin prinsip reklamasi setelah sebelumnya izin prinsip itu diterbitkan pada masa kepemimpinan Fauzi Bowo saat masih menjabat Gubernur DKl Jakarta.

Izin prinsip tersebut antara lain yakni Pulau F kepada PT Jakarta Propertindo, Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra yang merupakan anak perusahaan Agung Podomoro Land, Pulau l kepada PT Jaladri Kartika Pakci serta Pulau K kepada PT Pembangunan Jaya Ancol.

Ahok kemudian mengeluarkan izin pelaksanaan reklamasi yakni untuk Pulau G pada 23 Desember 2014, untuk Pulau F dan l pada 2 Oktober 2015, serta untuk Pulau K pada 17 November 2015.

Pada kasus ini, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL), Ariesman Widjaja beserta karyawannya, Trinanda Prihantoro telah ditahan karena terungkap tengah mencoba menyuap Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi hingga miliaran Rupiah.

Suap diduga diberikan terkait pembahasan Raperda tentang Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil P‎rovinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Saat ini, penyidik baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Ariesman, Trinanda, serta Sanusi. Namun KPK masih menelusuri mengenai adanya keterlibatan pihak-pihak lain. (put/jpg/nur)

Respon Anda?

komentar