Beritanya Dianggap Diskreditkan Korut, Wartawan BBC Diusir

547
Pesona Indonesia
Kim Jong Un meninjau ladang gandum di salah satu wilayah di Korea Utara. Akibat sanksi ekonomi oleh PBB dan AS, kini Korut bersiap hadapi pacakelik. Foto: mirror.co.uk
(Foto: mirror.co.uk)

batampos.co.id – Menjalani profesi jurnalis di Korea Utara bukanlah perkara mudah. Apalagi bagi jurnalis asing.

Jika pemberitaan yang dibuatnya tidak disukai warga maupun tokoh masyarakat setempat, jangan harap sang jurnalis bisa hidup tenang di negara tersebut. Bisa diintimidasi. Lantas, selamanya tak bisa kembali ke negara yang kini dipimpin Kim Jong-un tersebut.

Hal ini dialami Rupert Wingfield-Hayes. Koresponden BBC tersebut harus meninggalkan Korut dengan tidak terhormat. Dia dan timnya dianggap menyampaikan berita yang tidak benar tentang Korut dan pemerintahan Kim Jong-un.

”Wingfield-Hayes telah mendistorsikan fakta dan realitas tentang Korut dalam liputannya,” ujar O Ryong-il, pejabat pemerintah Korut.

Kamis (9/5), bersama produser dan kamerawan BBC, jurnalis 49 tahun itu terbang meninggalkan Korut. Mereka dikabarkan bakal pergi ke Tiongkok. (jpnn)

Respon Anda?

komentar