Divonis Enam Tahun Penjara, Terdakwa Ini Malah Tertawa

754
Pesona Indonesia
(Foto: Radar Surabaya)
(Foto: Radar Surabaya)

batampos.co.id – Suasana sidang putusan biasanya membuat orang tegang atau menunjukkan ekspresi wajah sedih. Namun tidak demikian dengan terdakwa yang satu ini.

Siti Munthoyyanah, terdakwa perantara yang menyuplai sabu-sabu ke ruang tahanan Polda Jatim, malah memainkan mimik wajahnya setelah mendengarkan pembacaan hakim yang memvonisnya dengan hukuman enam tahun penjara.

Sikap tersebut dilakukan Siti ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Majelis hakim yang diketuai Matheus Samiaji itu menyatakan, terdakwa terbukti menjadi perantara sabu-sabu.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Narkotika,” kata hakim.

Pengadil juga membebani Siti untuk membayar denda Rp 1 miliar. Jika tidak mampu membayarnya, hukuman tersebut diganti pidana kurungan selama tiga bulan. Handphone miliknya yang digunakan untuk berhubungan ketika menjadi perantara dimusnahkan.

Selama mendengarkan hakim, Siti awalnya lebih banyak terdiam. Dia tampak serius melihat ke arah hakim yang membacakan pertimbangan putusan. Tatapannya berubah ketika pengadil menyatakan bahwa dia bersalah dan menjatuhkan hukuman enam tahun penjara.

Saat itu dia memoncongkan bibirnya sembari mengangkat dua alis dan bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Sejenak kemudian, dia tertawa lepas. Hakim kemudian bertanya tentang sikapnya terhadap putusan itu. Dia malah melihat pengacaranya sambil berkedip-kedip. “Ditanya sikap terhadap putusan pengadilan, kok Anda malah main mata,” ucap hakim berseloroh.

Siti pun beranjak dari tempat duduknya untuk mendengarkan bisikan pengacaranya. Setelah kembali ke kursi terdakwa, dia lantas menyatakan pikir-pikir. Hakim memberikan waktu tujuh hari untuk membuat keputusan. Jika tidak ada sikap apa-apa, dia dianggap menerima hukuman itu. (jpnn)

Respon Anda?

komentar