DPRD Bahas Ranperda Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Karimun

794
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Karimun memberikan tanggapan terhadap Ranperda Pendidikan yang dibahasa dalam rapat paripurna, Senin (9/5).
Wakil Bupati Karimun memberikan tanggapan terhadap Ranperda Pendidikan yang dibahasa dalam rapat paripurna, Senin (9/5).

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun, menggelar sidang paripurna tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif tentang pendidikan kepada pihak eksekutif dalam hal ini Pemerintah Daerah kabupaten Karimun, Senin (9/5). Tujuannya tidak lain untuk pemerataan pendidikan mulai desa hingga perkotaan.

Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Karimun Bakti Lubis, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim dan anggota DPRD Karimun. Serta tamu undangan yang sebelumnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB molor menjadi pukul 13.00 WIB. Usulan Ranperda pendidikan tersebut, dibacakan oleh Ketua Komisi I DPRD Karimun H Taufik.

”Usulan Ranperda inisiatif ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya. Terutama, dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dari hinterland hingga perkotaan yang menciptakan SDM yang berdayang saing,” kata Ketua Ranperda inisiatif saat pembacaan naskah tersebut.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim sangat merespon Ranperda pendidikan tersebut. Sehingga, apabila sudah jadi Perda maka akan dijadikan acuan dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Karimun. Sesuai dengan moto Kabupaten Karimun itu sendiri. Sehingga, kedepannya mutu pendidikan generasi penerus dapat bersaing dengan orang luar.

”Apalagi wilayah kita ini berbatasan langsung dengan negara tetangga. Untuk itu Ranperda ini sangat penting, sebagai kerangka membuat program pendidikan yang lebih terfokus,” tuturnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Karimun Bakti Lubis mengungkapkan, keberadaan Ranperda diharapkan sebagai payung hukum dalam meningkatkan mutu pendidikan. Seperti, kualitas pendidikan, tenaga pengajar, peserta didik termasuk ruang belajar.

”Jangan banyak-banyak studi bandinglah. Prinsipnya efisien dan bermanfaat bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan SDM,” katanya sambil berlalu.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar