Kembali Memimpin Natuna Setelah 10 Tahun, Hamid Rizal Bernostalgia

916
Pesona Indonesia
Bupati Natuna Hamid Rizal saat menggelar sidak sejumlah kantor SKPD, Senin (9/5). foto:aulia rahman
Bupati Natuna Hamid Rizal saat menggelar sidak sejumlah kantor SKPD, Senin (9/5). foto:aulia rahman

batampos.co.id – Hari pertama ngantor, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal sidak ke SKPD dan ruangan bagian bagian di sekretariat kantor Bupati Natuna, usai melakukan apel pagi dihalaman kantor Bupati Natuna Senin (9/5).

Sidak Hamid Rizal tersebut sekaligus silaturahmi kepada pegawai di bagian dan SKPD berada di komplek kantor Bupati. Ada beberapa pegawai masih dikenali.

Sepuluh tahun lalu, Hamid Rizal adalah Bupati Natuna, menurutnya banyak perubahan suasana di kantor Bupati, khususnya di ruang kerjanya.

“Dulu sudah dapat dicat kantor sudah bagus sekali, apalagi aksesoris interiornya yang mahal,” kata Hamid disela sidak di salah satu kantor SKPD.

Diakui Hamid, 10 tahun lalu, kantor Bupati yang dibangun megah merupakan pengabdiannya kepada Natuna. Namun kecilnya anggaran APBD, tidak dapat memenuhi ruangan dengan interior yang bagus.

“Sepuluh tahun lalu, anggaran kecil, dapat bangun kantor Bupati ini sudah bersyukur. Karena anggarannya harus dibagi ke Anambas saat itu” tutur Hamid.

Selain menceritakan perubahan interior kantor Bupat Bupati, Hamid meminta kepada bawahannya tetap disiplin. Dirinya tidak lagi memilah milah persoalan pada saat pilkada.

“Yang bisa kerja akan dipromosikan, bukan bekerja asal bapak senang,” tegas Hamid.

Suasana komplek kantor Bupati Natuna tidak seperti biasanya, apel perdana dengan bupati baru ini diikuti hampir semua pegawai dijajaran Pemkab Natuna. Semuanya terlihat enggan untuk absen. Bahkan wajah-wajah yang jarang ngantor pun terlihat ikut upacara pagi. Hamidpun menekankan pola kedisiplinan yang harus dijalankan semua pegawai sebagai pelayan masyarakat.

Kedisiplinan harus dijaga. Undang-undang terkait Aparatur Sipil Negara saat ini begitu keras. Jangan sampai pegawai karena seenaknya masuk kantor sampai dipecat. Ia juga menegaskan jika dirinya tidak mentolerir pegawai yang terlibat menggunakan narkoba.

“Para PNS saya harap menjauhi narkoba. Kalau ada pegawai yang terlibat, akan saya pecat,” tegas Hamid.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar