Melihat Pria Urban Tanjungpinang Menata Rambutnya

1250
Pesona Indonesia
Andri (baju hitam), memangkas rambut pelanggan Barber House jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Senin (9/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Andri (baju hitam), memangkas rambut pelanggan Barber House jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Senin (9/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Adagium bahwasanya rambut adalah mahkota, bukan jadi milik wanita saja. Kini, pria-pria urban juga menjadikan rambut sebagai mahkota yang disolek agar terlihat molek sekaligus penuh wibawa.

Berdirinya sejumlah barbershop di Tanjungpinang bisa jadi adalah ‘tabuh genderang perang’. Bila selama ini agaknya hanya kaum hawa yang punya salon-salon terbaik memanjakan diri, barbershop adalah bentuk perlawanan atas hegemoni. Pria juga layak memanjakan dirinya, semanja-manjanya.

Utamanya perihal potongan rambut. Zaman telah membawa perubahan cara memangkas rambut. Kehadiran barbershop memang didedikasikan buat pria-pria agar bisa tampil lebih mempesona. Tatanan rambut yang awut-awutan sudah tidak bisa lagi ditoleransi hari ini. Sebuah studi di Eropa menunjukkan, selain sepatu, hal pertama yang dilihat wanita dari seorang pria adalah potongan rambutnya.

Karena itu, barbershop hadir. Pria diberikan kuasa untuk menata rambut dengan istimewa. Kapster-kapster, sebutan tukang pangkas di barbershop, jadi juru rambut yang siap memberikan kemampuan terbaiknya. Mau rambut tebal atau tipis, pendek atau gondrong, keriting atau lurus, kelihaian tangan kapster serupa pesulap, yang sekali abrakadabra membuat rambut pria terlihat jauh lebih memikat.

Doni berkeyakinan begitu. “Sejak tau barbershop bisa melakukan sesuatu yang berbeda dengan rambutku, aku langsung langganan,” kata mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi swasta di Tanjungpinang ini.

Terlebih bentuk rambut Doni yang cenderung keriting dan lebat membuat tukang pangkas rambut langganannya selama ini langsung membabatnya cepak. Sebenarnya, Doni kurang menggemari potongan semacam itu. Tapi, apa daya. “Aku cuma bilang baiknya bagaimana, tapi tukang pangkas rambut selalu bilang begitu. Sampai, aku tau barbershop bisa melakukan sesuatu yang berbeda,” tutur Doni.

Kini rambut Doni punya gaya baru. Alih-alih cepak agar keritingnya tak terlihat, kini rambut Doni justru terlihat lebih baik dengan potongan undercut alias tipis di bagian pinggir dan sedikit memanjangkan di bagian atas. Keriting yang pada mulanya terlihat mengganggu justru memberi aksen tersendiri ketika dipadu undercut. Imbasnya?

“Makin percaya diri dong. Ini sesuatu yang mahal dan nggak bisa dibeli kan. Lagi pula, hidup ini terlalu singkat untuk gaya rambut yang membosankan, ” bebernya mengutip sebuah ungkapan yang berada di katalog barbershop.

Kapster Barberhouse Tanjungpinang, Andri mengungkapkan, potongan rambut undercut memang jadi primadona pria dalam kurun dua tahun terakhir. Tidak ada yang tidak bisa tidak memiliki undercut. Mau apapun jenis rambutnya, bisa dibentuk dan ditata macam gaya Brad Pitt pada film Fury. “Asal dia masih punya rambut, pasti bisa,” tegas Andri.

Barbershop tempat Andri bekerja masih terbilang baru di Tanjungpinang. Namun, lokasinya yang berada tepat di jantung kota, membuat barbershop ini banyak diminati pria muda yang ingin menata rambutnya. Suasananya pun amat mendukung. Bersih adalah keharusan.

Pun dilengkapi dengan penyejuk ruangan dan punya interior yang rapi. Tidak lupa, ada barber’s pole yang menandakan keberadaan barbershop ini. Barber’s pole merupakan lampu berputar bergaris putih, merah, dan biru. Di Amerika Serikat, ini merupakan tanda resmi barber, alias penata rambut pria membuka praktek. Tradisi memasang tanda ini sebenarnya sudah ada sejak zaman pertengahan.

Kelar urusan gunting dan menata rambut, pelanggan pun mendapat pelayanan bilas. Ini yang tidak ada bila di tempat pangkas rambut selain barbershop. Dengan begitu, bagi pria yang masih punya kesibukan di luar, bisa langsung bergaya tanpa harus pulang ke rumah untuk sekadar keramas.

Bila tatanan rambut sudah sedemikian mempesona, sudah tidak perlu lagi berpikir mengenai ongkos yang dikeluarkan. Untuk sesuatu yang berkualitas dan tentu menambah rasa percaya diri, tidak pernah ada kata mahal di dalamnya.

Ada baiknya merenung ungkapan Ademola Mandella, seorang master penata rambut kelas dunia. “Rambut adalah pernyataan atas gaya kita, ungkapan pesona atas diri kita, dan ekspresi kecintaan diri kita.”(muf/bpos)

Respon Anda?

komentar