MK Gelar Forensik Engineering Jembatan I Dompak

744
Pesona Indonesia
Sejumlah pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang, Sabtu (16/4). Jembatan I Dompak adalah pembangunan strategis yang harus diselesaikan, karena keberadaan jembatan tersebut menjadi semangat baru bagi perkembangan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang, Sabtu (16/4). Jembatan I Dompak adalah pembangunan strategis yang harus diselesaikan, karena keberadaan jembatan tersebut menjadi semangat baru bagi perkembangan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri, Heru Sukmoro mengatakan Manajemen Konsultan (MK) Jembatan I Dompak, PT. LAPI ITB sudah melakukan forensik engineering terhadap kualitas konstruksi Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. Forensik tersebut untuk mendeteksi apakah terjadi keretakan-keretakan kecil yang berpotensi membahayakan pada bangunan tersebut.

“Ada 500 titik yang dilakukan uji scanning oleh MK dengan menggandeng tim khusus. Tujuannya adalah untuk melihat apakah ada keretakan atau tidak. Yang jelas crack yang dicari, tidak bisa dilihat secara kasat mata,” ujar Heru di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (9/5).

Disebutkannya secara garis besar tidak ada ditemukan crack yang berpotensi mengganggu kualitas jembatan tersebut. Meakipun demikian, kesimpulan akhirnya adalah tetap menunggu laporan dari pihak konsultan. Masih kata Heru, pengujian dilakukan pada bagian yang sudah tersambung.

“Untuk bagian yang rusak, apabila sudah rampung juga akan dilakukan pengujian yang sama nantinya,” jelas Heru.

Lebih lanjut katanya, hasil pengujian untuk kekuatan tekan beton di segmen P6B-P7, rata-rata diatas spesifikasi kontrak. Yakni diatas K 500. Dikatakannya juga, ain fokus membongkar bagian yang rusak, PT WIKA selaku kontraktor juga sudah mulai mengerjakan bentang busur. Menurut Heru, untuk membongkar bagian yang rusak diperkirakan akan selesai dikerjakan dalam kurun waktu dua atau tiga pekan kedepan. Setelah itu kerja keras selanjutnya menyelesaikan P7.

“Shooring untuk penyelesaian pekerjaan tersebut, sesuai dengan rekomendasi Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ) sudah selesai dipasang,” papar Heru.

Masih kata Heru, progres secara keseluruhan sudah mendekati 90 persen. Disinggung apakah sudah ada pembayaran paska ambruknya segmen P7, terkait hal itu, Heru mengatakan sudah ada pembayaran termin. Pada saat progres pekerjaan pada hitungan 85 persen.

“Sampai saat ini, pembayaran yang sudah kita lakukan adalah Rp 261 miliar. Sehingga kewajiban kita yang masih tersisa adalah Rp 51,67 miliar lagi,” ungkap Heru.

Ditambahkannya, pihak kontraktor terus berupaya untuk menyelesaikan pekerjaannya sampai bulan Juni mendatang. Apalagi saat ini, kontraktor terus bekerja siang dan malam. Heru berharap penyelesainnya tepat waktu, sehingga bisa langsung memberikan faedah bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi hambatan-hambatan lain. Karena memang masyarakat sudah tidak sabar menunggu selesainya jembatan tersebut,” tutup Heru.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar