Pemko Tanjungpinang Diminta Evaluasi Izin Warnet sebab Dijadikan Tempat Judi Online

559
Pesona Indonesia
Polisi memeriksa sejumlah pemain judi online yang ditangkap Sabtu malam. foto: ist
Polisi memeriksa sejumlah pemain judi online yang ditangkap Sabtu malam. foto: ist

batampos.co.id – Masyarakat Tanjungpinang meminta Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang untuk mengevaluasi izin yang dikeluarkan untuk Warung Internet (Warnet) yang memfasilitasi para penjudi online.

Hal tersebut dikatakan Abdul Hamid (55), salah seorang warga Tanjungpinang yang mengapresiasi kinerja Polres Tanjungpinang yang melakukan penangkapan terhadap lima orang yang kedapatan bermain judi online, pada Sabtu (7/5) malam lalu.

”Kami mendukung yang dilakukan polisi untuk memberantas perjudian yang ada di Tanjungpinang. Kami juga meminta Pemko agar mengevaluasi dan mencabut izin warnet yang memfasilitasi aktifitas judi online,” ujar Hamid, Senin (9/5).

Dikatakan Hamid, evaluasi dan mencabut izin warnet yang membandel ini sangat perlu dilakukan. Hal tersebut agar generasi muda dalam hal ini pelajar tidak terpengaruh dengan judi online.

”Kalau generasi muda kita sudah terpengaruh dengan judi online, maka akan sangat tidak baik kedepannya. Bisa saja kalau sudah kecanduan mereka melakukan hal negatif seperti mencuri untuk modal main judi,” kata Hamid.

Selain itu, Hamid juga meminta kepada sejumlah orang tua agar memberikan pengawasan yang maksimal terhadap anaknya agar tidak mudah terpengaruh dengan hal yang tidak baik. ”Pengawasan orang tua juga sangat penting. Karena yang tahu karakter anak yaitu orang tuanya,” ucap Hamid.

Seperti diketahui, lima orang yang kedapatan bermain judi online ditangkap Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, Sabtu (7/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Kelima orang yang diamankan tersebut diantaranya yakni Es (35), WM (24) di warnet Hembas yang terletak di Jalan Di Panjaitan Kilometer Tujuh, Ay (22), Ar (28), di warnet Link Net, Ys (31) di TS Net.

Penangkapan terhadap penggila judi online tersebut dilakukan atas maraknya laporan dari masyarakat akan praktek judi online di kota Tanjungpinang yang kemudian dilakukan tindak lanjut oleh petugas dengan menggelar operasi di berbagai warnet yang diduga lokasi tempat perjudian tersebut.

Dalam penangkapan itu, selain mengamankan ke lima tersangka pihaknya juga mengamankan barang bukti yang diduga sebagai alat pendukung bagi mereka untuk melakukan perjudian online tersebut diantaranya 2 unit komputer Merk LG warna Hitam, dua buah ATM BCA milik Es dan WM dan satu lembar slip Pengiriman uang di warnet Hembas. Di lokasi Links-Net barang bukti yang diamankan 1 unit komputer merk Rexus warna Hitam, monitor Merk Acer dan 1 buah ATM BCA milik AY. Sementara dari lokasi TS-NET diamankan 1 unit komputer Merk Power Logik, Monitor Merk Acer dan 1 buah ATM BCA milik YS.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar