Perkebunan Karet Numbing Jaya sudah 3 Bulan Tidak Ada Aktifitas

1298
Pesona Indonesia
Perkebunan karet di Suak Buaya, Pulau Sebangka Senayang Lingga milik PT Numbing Jaya. foto: hasbi/batampos
Perkebunan karet di Suak Buaya, Pulau Sebangka Senayang Lingga milik PT Numbing Jaya. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Perusahaan perkebunan karet miik PT Numbing Jaya di atas ribuan hektare lahan di Pulau Sebangka, Senayang, Lingga, stop beraktifitas. Sejak 3 bulan terakhir, tidak terlihat aktifitas pekerja di lokasi perkebunan karet yang sudah tumbuh menghijau.

Pantauan dilapangan, lokasi camp tempat ribuan pekerja lengang. Alat-alat berat terparkir rapi. Tidak terlihat aktifitas berarti, hanya lalu lalang warga Suak Buaya, Kecamatan Senayang, di pulau terbesar ke tiga kepulauan Lingga yang hampir separunya digunakan sebagai lahan pertanian karet.

“Sudah ada tiga bulan sepi. Katanya stop,” ungkap Ai salah seorang warga, Senin (9/5) pagi.

Sementara tanaman karet yang sudah berusia 4 tahun kata Ai, hanya tinggal menunggu waktu dipanen. Terlebih lagi, diawal tahun 2016, harga karet terus meroket hingga Rp 15.000 perkilogramnya.

“Entah, kita juga tidak tau kenapa tidak ada lagi yang bekerja. Padahal harga karet katanya naik, bisa juga kita warga numpang bekerja,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu Bupati Lingga Alias Wello sempat menyinggung aset perkebunan karet Numbing tersebut. Awe mengatakan, informasi yang ia terima, PT Numbing Jaya yang bergerak di bidang perkebunan karet berencana menjual sebagian saham.

Sampai berita ini ditulis, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi terkait stopnya aktifitas perkebunan karet yang menyerap ribuan pekerja tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar