PLN Karimun Tambah Mesin PLTD 3,5 MW, Pedaman Tetap Terjadi

466
Pesona Indonesia
Dua unit mesin PLTD yang akan dikirim ke Karimun. foto:tri haryono
Dua unit mesin PLTD yang akan dikirim ke Karimun. foto:tri haryono

batampos.co.id – PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, kembali mendatangkan mesin PLTD dengan daya 3.5 Megawatt untuk tahap pertama dari dua mesin dengan total 6 Megawatt dari Tanjungpinang. Hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan daya listrik yang selama ini di suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungsebatak. Sehingga, apabila terjadi gangguan dari PLTU pihaknya bisa menutupi daya kekurangan 6 Megawatt tersebut dari tambahan dua mesin PLTD.

”Kemarin sudah tiba satu unit mesin PLTD, diperkirakan pemasangan selama tiga hari kedepan. Atau dalam minggu ini, selesai dikerjakan langsung dioperasikan. Sedangkan, PLTU Tanjungsebatak dalam tahap ovel houl mulai Jumat lalu dan diperkirakan selesai pekan depan,” jelas Manager PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, Dedi Januar di ruang kerjanya, kemarin (9/5).

Dengan demikian, otomatis dilakukan pemadaman listrik kepada pelanggan masyarakat maupun hotel. Sebab, PLN Karimun mengalami defisit mencapai 5 Megawatt yang terbagi untuk pelanggan umum sebesar 3,5 MW dan hotel 1,5 MW. Pemadaman secara bergilir dilakukan dengan durasi tiga hari sekali, sekitar 5 jam mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB.

”Sekali lagi saya tidak bosan-bosan meminta maaf kepada para pelanggan. Sudah berusaha semaksimal mungkin, untuk tidak dilakukan pemadaman. Apalagi kondisi cuaca saat ini cukup panas, ” ungkapnya.

Lanjut Dedi lagi, sementara mesin milik PLN Karimun yang sudah dilakukan pemiliharaan dapat dioperasikan dalam waktu dekat ini. Dengan demikian, daya akan bertambah menjadi 1,5 MW untuk mengurangi pelanggan umum dari 3,5 MW menjadi 2 MW sedangkan untuk hotel masih tetap. Dan disaat dua unit mesin PLTD sudah terpasang nantinya, maka daya yang dihasilkan mencapai 6 MW, untuk mengatasi terjadi gangguan di PLTU sudah tercover oleh mesin tambahan dua unit tersebut.

”Saat ini di lokasi PLTD Bukit Carok keterbatasan lahan. Ya, di atur dulu penempatan mesin PLTD. Sebelumnya, ada 4 unit mesin tambahan yang tetap beroperasi hanya 6 MW dengan syarat, PLTU Tanjungsebatak beroperasi tetap beroperasi. Sehingga, tidak ada pemadaman dan surplus dayanya,” paparnya.

Sedangkan, untuk penyambungan baru maupun tambah daya sementara ini tidak bisa dilakukan. Yang saat ini pelanggan PLN mencapai 34 ribu di Pulau Karimun besar. ”Diperkirakan, pekan depan semuanya sudah normal kembali. Mengingat, PLTU Tanjungsebatak dilakukan over houl lebih awal. Dikarenakan, untuk antisipasi memasuki bulan puasa. Beban puncak terjadi dua kali lipat, malam hari dan pagi hari antara buka puasa dan sahur,” ucapnya optimis.

Terpisah salah seorang warga Bukit Senang, Novel mengungkapkan dirinya merasa aneh kenapa terjadi pemadaman lagi. Sedangkan, pihak PLN berjanji tidak ada pemadaman apabila mesin PLTD datang 4 unit.

”Saya berharap jangan ada pemadamanlah. Apalagi nanti memasuki bulan puasa,” keluhnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar