Sabu Cair, Modus Baru Penyelundupan Narkoba ke Indonesia

941
Pesona Indonesia
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – BNNP Kepri terus bekerja keras, sebab ada dugaan narkoba jenis sabu tak lagi dibawa dalam bentuk serbuk. Tapi narkoba tersebut dicairkan, dengan harapan dapat mengelabui petugas.

“Untuk Batam khususnya, Kepri umumnya belum ada temuan seperti itu,” kata Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan pada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin (9/5).

Ia mengatakan sejauh ini, dari data dan penangkapan yang dilakukan BNNP Kepri. Gembong narkoba menyelundupkan barang haram tersebut, masih dengan cara yang konvensional. “Masih serbuk, petugas kita (di Kepri,red) sudah sangat fasih dengan narkoba bentuk serbuk tersebut,” ucapnya.

Narkoba bentuk cair mudah dibawa dan tak rumit. Barang haram ini ditenggarai bisa lolos dari pengamatan petugas di bandara, pelabuhan. Sebab petugas dilapangan belum terlalu familiar dengan narkoba cair ini. “Petugas hanya tau, narkoba bentuknya serbuk,” ungkapnya.

“Kamuflase penyelundupan narkoba, telah beragam,” lanjut Benny.

Benny mengatakan narkoba cair bisa saja dimasukan ke dalam botol. Karena petugas belum terbiasa dengan narkoba jenis ini, maka barang haram ini lolos.

Narkoba cair ini kata Benny, nantinya akan di ekstrak kembali. Sehingga bentuknya akan kembali seperti serbuk. Atau kadang barang haram ini dijual dalam bentuk cair.

“Kalau tingkat berbahayanya sama saja, baik itu serbuk atau cair. Sebab sama-sama stimulan methapetamine,” ujarnya.

Ia mengungkapkan ke depan, pihaknya akan meningkatkan pemahaman modus baru penyelundupan narkoba cair ini. Sehingga nantinya, narkoba tesebut tak lolos dan masuk ke Batam.

“Kita tingkatkan pengawasan,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar