Akses Sulit, Desa Wisata Pena’ah Tak Berkembang

1102
Pesona Indonesia
Desa Wisata Penaah. foto:net
Desa Wisata Penaah. foto:net

batampos.co.id – Akses transportasi masih menjadi persoalan klasik desa wisata Pulau Pena’ah, Kecamatan Senayang. Hal ini membuat desa kecil sebelah utara pulau Lingga yang berbatas langsung dengan Laut China Selatan dan menjadi surganya para pemancing tersebut tidak berkembang. Aset pariwisata bahari yang dimilikinyapun tidak bisa memberikan nilai ekonomis bagi penduduk setempat.

Pantauan dilapangan, meski telah digelar even-even besar seperti Lingga Fishing Festival (LFF) oleh Disbudpar Lingga yang menghabiskan anggaran daerah bermiliar-miliar, akses transportasi menuju desa tersebut belum juga mampu disediakan. Alhasil, usai even berlangsung, tidak ada satupun kunjungan wisatawan masuk kedesa wisata tersebut.

“Inilah persoalan kami di desa ini. Tidak ada transportasi reguler. Desa wisata mati suri. Pengunjung dan wisatawan sulit ke sini,” ungkap Abang Marwan, Kepala Desa Pena’ah, Selasa (10/5).

Dalam kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) dikatakan Marwan pihak desa terus menerus mengusulkan. Sayangnya, belum juga terealisasi. “Sudah sering kita usulkan. Tapi sampai sekarang belum ada,” sambungnya.

Padahal kata Marwan, Desa wisata Pena’ah cukup dekat dengan Pulau Lingga. Jika ditempuh dari Pelabuhan Centeng, Desa Limbung, hanya 30 menit menggunakan speedboat.

“Kita berharap, ada feri reguler dari Centeng-Pena’ah-Senayang-Tanjungpinang. Akan sangat membantu menghidupkan pariwisata yang kita punya begitu juga akses transportasi laut warga. Kalau mau ke Tanjungpinang saja, kita harus bergerak dari rumah jam 05.00 WIB pagi ke Pancur,” timpalnya.

Disampaikan Marwan, saat ini desa wisata Pulau Pena’ah telah memiliki lima buah homestay. Begitu juga aset pariwisata bahari dengan pulau-pulau kosong yang eksotik. Terdapat juga dua wilayah konsevasi di Pulau Ceranggong dan Pulau Beladeng. Wilayah koservasi karang, spot menarik untuk olahraga snorkling dan diving.

Ditempat lain, Selamat, Kepala Bidang Laut dan Udara Dishub Lingga mengatakan, terkait persoalan transportasi laut reguler bagi warga Lingga Timur, Lingga Utara dan Senayang khususnya Desa Pena’ah, pihaknya akan memulai pembenahan pelabuhan di Dusun Centeng, Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara terlebih dahulu.

Pelabuhan yang ada saat ini, kata Selamat, harus dibenahi terlebih dahulu. Pelabuhan yang ada terlalu pendek. Saat air surut, pelabuhan tidak bisa disandari kapal.

“Kita sudah wacanakan ada feri reguler yang melayaninya. Dari Centeng ke Pena’ah dan Senayang. Akan sangat memudahkan warga Lingga Timur, Lingga Utara Senayang tentunya. DID-nya sudah kita buat untuk pembenahan pelabuhan dulu yang kita masukkan di APBD P. Setelah selesai, baru kita akan carikan operator di sana. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar