Bupati Natuna Endus Pegawai Fiktif

723
Pesona Indonesia
Bupati Natuna Hamid Rizal saat sidak ke kantor SKPD di komplek perkantoran Bupati Natuna. foto:aulia/rahman
Bupati Natuna Hamid Rizal saat sidak ke kantor SKPD di komplek perkantoran Bupati Natuna. foto:aulia/rahman

batampos.co.id – Sehari setelah ngantor, Bupati Natuna Hamid Rizal mengaku akan menertibkan segala urusan pemeritah, terutama persoalan administrasi dan kedisiplinan pegawai.

Bahkan saat ini, kata Hamid, ia mengendus adanya indikasi pegawai fiktif di lingkungan pemerintah. Baik itu guru honorer maupun adanya pegawai harian lepas yang dipekerjakan di masing masing SKPD.

“Saya baru tahu, sekarang ada istilahnya pekerja harian lepas (Harlep) di SKPD. Pekerja itu ada indikasi fiktif, anggaran digulirkan, tapi pekerjanya siluman,” ungkap Hamid.

Hamid menekankan, pemerintahan yang dipimpinnya saat ini mengedepankan kedisiplinan pegawai melayani masyarakat. Namun saat ini, masih terdapat adanya indikasi guru honorer fiktif.

“Bukan hanya itu (Fiktif,) tapi ada guru yang tak ngajar tapi tetap terima gaji,” ujar Hamid Rizal.

Hamid mengatakan, akan melakukan pengecekan langsung terkait adanya indikasi pegawai harlep dan guru honorer fiktif dan jarang mengajar. Jika anggaran untuk gaji terus dikeluarkan namun pekerjanya fiktif, harus dipertanggung jawabkan.

“Tentu kalau pegawai fiktif itu benar, tapi rasa rasanya itu ada. SKPD harus bertanggung jawab, uangnya harus dikembalikan atau bisa laporkan penggelapan, uangnya siapa yang menerima dan dialirkan ke siapa,” tegas Hamid.

Hamid menambahkan, selain akan mengecek keberadaan harlep dan guru honorer fiktif. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi kinerja pegawai yang dipekerjakan di masing-masing SKPD.

“Saya maunya pegawai itu tidak boleh kerja lambat. Apalagi ada yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Itu tidak ada ampun, sanksinya pecat langsung,” tegas Hamid.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar