Inilah Penjelasan Jaksa Agung soal Hukuman Mati Gelombang Ketiga

581
Pesona Indonesia
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Dok JPNN
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Belasan terpidana mati kasus narkoba telah diboyong ke Pulau Nusakambangan Jawa Tengah. Hal itu sebagai bagian dari rencana pelaksanaan eksekusi hukuman terhadap para terpidana mati gelombang ketiga.

Namun, jumlah terpidana mati yang akan dieksekusi atau pun waktu pelaksanaan hukumannya masih jadi teka-teki, Jaksa Agung M Prasetyo juga tidak mau menyebut waktu pasti.

Prasetyo mengatakan, masih banyak hal yang harus dipertimbangkaā€ˇn. “Yang bilang (Mei) siapa?” ujarnya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (11/5).

Prasetyo menambahkan, Kejagung juga masih menginventarisasi nama-nama terpidana mati yang akan dieksekusi. Yakni untuk memastikan semua hak dan upaya hukum lanjutan bagi terpidana mati sudah seluruhnya terpenuhi,

“Banyak pertimbangan. Ini kan bukan satu hal yang sederhana,” jelas Prasetyo.

Meski demikian Prasetyo mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian perihal pengamanan eksekusi mati nanti. Namun, bekas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) itu masih belum memutuskan jadwal eksekusi terhadap para terpidana mati.

“Kami belum memutuskan itu, ya. Bahwa koordinasi dan persiapan sudah. Tetap yang memutuskan eksekutor,” terangnya.

Sedangkan saat ditanya tentang jumlah terpidana mati yang akan menghadapi regu tembak, Prasetyo juga masih merahasiakannya. Dia hanya menyebut kandidat terpidana mati yang akan dieksekusi adalah pelaku kejahatan terberat.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar