Karyawan Koperasi Tewas Setelah Jadi Korban Tabrak Lari

1295
Pesona Indonesia
Kembar menangis histeris melihat jenazah pamannya Marusaha Silitonga di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (10/5). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Kembar menangis histeris melihat jenazah pamannya Marusaha Silitonga di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (10/5). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Marusaha Silitonga ditemukan tewas di pinggir Jalan Pangeran Diponegoro, Seitemiang atau persisnya di Simpang Tobing Batuaji, Senin (9/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pria 25 tahun ini diduga korban tabrak lari, sebab saat ditemukan warga sudah tergeletak dan tak bernyawa bersama satu sepeda motor yang sudah ringsek berat.

Penemuan mayat pria yang belakangan diketahui warga Perumahan Taman Laguna Regency Blok D2/6, Batuaji itu, langsung disampaikan ke polisi. Polisi unit laka lantas langsung turun olah TKP dan membawa korban ke kamar jenazah RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Informasi yang didapat, jenazah korban pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang melintas di jalan tersebut. Warga tak mengetahui pasti kronologis kejadian, sebab saat kecelakaan terjadi tak ada saksi mata yang melihat. ”Yang pasti dia korban tabrak lari, cuma kronologisnya tak tahu karena tak ada saksi yang melihat kecelakaan itu,” kata Marlon, warga Simpang Tobing.

Korban diduga kuat ditabrak kendaraan roda empat. Sebab melihat kerusakan sepeda motor korban cukup parah dan di tubuh korban banyak luka memar.

Petugas medis di RUSD menuturkan, saat diantar ke RSUD korban memang sudah meninggal dunia, sehingga langsung ditempatkan di kamar jenazah. ”Lukanya tak terlalu parah, cuman gores saja di dada. Tapi yang fatal itu di kepala belakang ada benjolan seperti benturan keras. Dadanya juga memar, mungkin itu yang membuatnya meninggal,” sebutnya.

Sementara itu, Ramaida keluarga korban mengaku belum mengetahui pasti penyebab tewasnya Marusaha. ”Informasi dari polisi katanya korban tabrak lari,” kata Ramaida.

Ramaida menyebutkan Marusaha merupakan karyawan salah satu koperasi di Batuaji. Dia tinggal sendirian di Batam dan baru dua bulan berada di Batam. ”Kami tinggal di Belakangpadang, makanya kami tak tahu pasti kejadian dan motor apa yang dipakainya saat itu. Karena selama ini dia pakai sepeda motor milik koperasi,” jelas Ramaida. (eja)

Respon Anda?

komentar