Komite Etik Bakal Garap Kasus Dugaan Papa Novanto Catut Presiden

604
Pesona Indonesia
Setya Novanto. Foto: dokumen JPNN.Com
Setya Novanto.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Dugaan tentang adanya pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh salah satu ketua umum Partai Golkar dianggap persalan serius oleh komite etik di partai berlambang beringin hitam itu. Karenanya, komite etik yang dibentuk khusus untuk munaslub Golkar pun akan menindaklanjuti kasus itu.

Menurut Wakil Ketua Komite Etik, Lawrence Siburian, pihaknya sudah mendapat cukup informasi untuk menggarap kasus pencatutan itu. “Pasti (ada tindak lanjut, red). Kami dari media cetak elekronik sudah mendapat info itu. Itu salah satu yang akan kami rapatkan di Bali nanti,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/5).

Sebelumnya, media ramai memberitakan tentang Setya Novanto yang mengklaim telah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo melalui Menkopolhukam Luhut Panjaitan. Namun, Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi membantahnya.

Menurut Lawrence, jika kasus itu sudah memenuhi syarat maka majelis kode etik akan mengadilinya. “Kita lihat nanti, tapi sudah masuk materi komite etik yang akan kita bahas di Bali,” jelasnya.

Laurence menjelaskan, ada tiga kategori sanksi bagi calon ketua umum Golkar yang melanggar kode etik. Untuk kategori ringan berarti mendapat teguran tertulis.

Sementara sanksi untuk pelanggaran kategori sedang adalah dilarang mengikuti kegiatan-kegiatan calon ketua umum sebelum pemilihan, seperti kampanye. “Untuk sanksi berat adalah didiskualifikasi,” katanya.(fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar