Membahayakan Lalu Lintas, BP2T Tertibkan T-Banner Matahari

849
Pesona Indonesia
Petugas BP2T Tanjungpinang mencabut T Banner yang terpasang tidak pada tempatnya di jalan Raja haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (10/5). F.Yusnadi/Batam Pos
Petugas BP2T Tanjungpinang mencabut T Banner yang terpasang tidak pada tempatnya di jalan Raja haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (10/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Bidang Pengendalian dan Penindakan Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T) Kota Tanjungpinang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang dan PPNS menertibkan T-Banner milik Matahari Department Store. Pasalnya, T-Banner yang dipasang di median pada ruas Jalan Raja Ali Haji dan di bundaran Dompak, mengganggu keamanan berkendara.

“Ada sekira 32 T-Banner yang kami tertibkan. Izin pemasangan memang ada, tapi menyalahi tempat pemasangan,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Penindakan, Arif Bastari melalui Staf Bidang Pengendalian dan Penindakan, Andi Suryanto usai penertiban, Selasa (10/5).

Dikatakannya, sesuai Permen PU nomor 20 tahun 2010 tentang pemanfaatan ruang jalan. Tidak dibenarkan memasang iklan di median jalan. “Karena mengganggu keselamatan berlalu lintas. seperti mengganggu jarak pandang pengendara,” ujarnya.

Selain menertibkan T-Banner Matahari Department Store, pihaknya juga menertibkan iklan lain yang menyalahi aturan, seperti iklan pemasaran perumahan dan iklan pelayanan jasa lain. “Ada sekira belasan iklan yangkami tertibkan,” ujarnya. Usai menertibkan banner di lokasi bundaran jalan, pihaknya kemudian memasang plang larangan.

Dia melanjutkan, penertiban juga didasarkan kepada keluhan masyarakat, yang terganggu dengan adanya banner tersebut. “Banner yang ditertibkan boleh diambil,” ujarnya.

Disinggung apakah tidak ada pemberitahuan sejak awal terkait titik-titik mana saja yang boleh dipasangi iklan? Dikatakannya, seharusnya pemberitahuan telah diberikan oleh Bidang Perizinan Jasa Usaha, yang merupakan pintu masuk proses perizinan.

Sementara, pihak Matahari Departement Store Tanjungpinang, Anita menjelaskan, saat mengurus izin pihaknya tidak diberi pemahaman lokasi mana saja yang tidak diperolehkan dipasang banner.

“Saya juga sudah membawa gambar denah lokasi yang akan dipasang. BP2T tidak melarangnya dan juga tidak memberitaukan dimana saja lokasi yang bisa dipakai,” ujarnya.

Tapi, Anita mahfum jika ternyata kawasan bundaran Dompak merupakan daerah yang tidak boleh dipasangi banner. “Tapi kami memang tidak tahu kalau di bundaran jalan dilarang,” ujarnya.

Dia berharap, ke depan untuk menghindari kesalahan, pihak BP2T seharusnya menjelaskan, titik-titik yang tidak boleh dipasangi banner. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar