Mesin Genset Rusak, sudah Dua Bulan Warga Niurpermai Gunakan Lampu Teplok

857
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Desa Niurpermai, Kecamatan Moro, kembali gelap gulita. Penyebabnya mesin genset mengalami rusak berat sejak dua bulan lalu. Untuk memperbaiki mesin genset melalui anggaran Dinas Pertambangan dan Energi Karimun, paling tidak membutuhkan biaya puluhan juta rupiah. Lantaran tidak ada anggaran, makanya warga Desa Niurpermai bergelap-gelapan di kala malam.

“Memang sudah dua bulan penerangan listrik mesin genset mati total di Desa Niurpermai. Makanya, masyarakat tempatan mengeluh karena keadaan rumah gelap gulita, dan hanya menggunakan lampu teplok sebagai penerang. Biasanya, rumah masyarakat diterangi listrik dan bisa nonton TV, karena sejak listrik mati total rumah jadi gelap gulita dan anak anak tak bisa nonton TV,” keluh Kepala Desa Niurpermai, Moro, Mandan, Selasa (10/5).

Untuk memperbaiki mesin genset yang rusak itu paling tidak menggunakan biaya mencapai Rp75 juta. Sementara dana anggaran untuk biaya perbaikan itu belum ada. Akibat dana perbaikan belum ada, mau tak mau mesin genset itu tak bisa dioperasikan hingga kondisi Desa Niurpermai, Moro itu gelap gulita.

“Untuk itulah, masyarakat Desa Niurpermai, Moro, sangat berharap perhatian Distamben Karimun, dalam hal perbaikan mesin genset tersebut. Dengan demikian penerangan listrik genset itu bisa kembali beroperasi hingga kondisi Desa Niurpermai kembali terang benderang sebagaimana layaknya sebelum genset rusak,” harap Hamdan mewakili masyarakat. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar