Motornya Tabrak Tiang Listrik, Remaja 16 Tahun Tewas

871
Pesona Indonesia
ilustrasi lakalantas
ilustrasi lakalantas

batampos.co.id – Kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa atau meninggal dunia kembali terjadi di Tanjungbalai Karimun. Seperti yang terjadi di Jalan Penerbangan, Seibati, Kecamatan Tebing, pada Senin (9/5) dini hari pukul 00.35 WIB, pengendara sepeda motor dengan nomor polisi BP 4839 KQ menabrak tiang listrik yang ada di jalan tersebut.

”Peristiwa lakalantas tersebut terjadi pada Senin dini hari dan merupakan kecelakaan tunggal yang diakibatkan kelalaian dari pengemudi sepeda motor yang dikemudikan seorang pelajar berinisial BA, 16. Pasalnya, sepeda motor yang hanya dapat membawa penumpang satu orang. Tapi kenyatannya digunakan untuk membonceng dua orang. Jadi di atas sepeda motor itu ada tiga orang. Yakni, selain pengemudi juga ada seorang pelajar berinisial DF dan satu orang lagi Ibrahim, 29,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Syamsurizal, (10/5).

Sepeda motor yang dibawa oleh BA, kata Syamsurizal, datang dari arah Stadion Badang Perkasa menuju ke arah PN. Namun, pada saat melalui jalan depan Bandara Seibati lepas kendali dan akibatnya menghantam tiang listrik hingga menyebabkan terseret ke jalan aspal. Pengemudi dan Ibrahim mengalami luka berat, sedangkan DF mengalami luka ringan. Ibrahim sempat dirawat di rumah sakit, tapi pada Senin malam nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal dunia karena luka berat tersebut.

”Perlu diketahui, pada saat mengemudikan sepeda motor, BA dan juga orang yang dibonceng tidak menggunakan helm. Selain itu, BA juga tidak memiliki SIM, karena masih di bawah umur. Selain itu, juga tidak membawa STNK. Kita berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kita berharap seluruh masyarakat Karimun yang menggunakan kendaraan bermotor dapat mentaati peraturan lalu lintas untuk keselamatan bersama. baik terhadap diri pengemudi dan juga orang lain,” jelasnya.

Dikatakannya, khusus kepada pengemudi roda dua agar tidak membawa penumpang lebih dari membonceng satu orang. Dan, selalu menggunakan hem standar. Jangan menganggap kepala itu keras, karena sekeras-kerasnya kepala, maka lebih keras lagi aspal jalan. Menggunakan helm berarti menjaga keselatan diri jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Karena, kepala termasuk bagian yang vital. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar