Pencuri Gunakan Uang Hasil Curian untuk Menebus PSK dari Lokalisasi

609
Pesona Indonesia
Wakapolres Tanjungpinang Kompol Agus Joko memberikan keterangan penangkapan tiga pelaku pencurian, kemarin. foto:yusnadi/batampos
Wakapolres Tanjungpinang Kompol Agus Joko memberikan keterangan penangkapan tiga pelaku pencurian, kemarin. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin (9/5) malam, berhasil menangkap WO (33), MS (42) dan FN (32), pelaku pembobolan rumah dan toko yang ditinggal kosong pemiliknya dengan empat tempat kejadian perkara.

Pelaku yang pertama kali ditangkap ialah MS yang pada saat itu sedang berada di Jalan Ir Juanda. Dari MS petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap WO di Jalan Adi Sucipto Kilometer 12, terkahir FN yang juga merupakan jaringan dari kedua tersangka dibekuk petugas di daerah Kijang, Kabupaten Bintan.

Wakapolres Tanjungpinang, Kompol Agus Joko mengatakan, penangkapan dan pengungkapan pencurian yang dilakukan komplotan tersebut berawal dari diterimanya laporan polisi yang dilaporkan korban atas nama Siman warga Perumahan Taman Gurindam Blok B8 dan Beni, pemilik toko Karya Mandiri. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka di tiga lokasi berbeda.

”Modusnya mereka ini mencongkel rumah dan ruko yang ditinggal kosong pemiliknya dengan menggunakan alat,”ujar Agus Joko, saat ekspose pengungkapan tersebut, Selasa (10/5), dikantornya.

Dikatakan Joko, dalam menjalankan aksinya, ketiga orang ini berbagi peran. FN berperan sebagai tukang menggambar dan mengawasi lokasi yang sudah di targetkan. Sedangkan WO dan MS merupakan eksekutor yang masuk ke rumah korban.

”Dari hasil pemeriksaan, mereka cuma bertiga melakukan aksinya dan sudah menjalankan sebanyak empat kali, dua di Tanjungpinang dan dua di Kijang, Bintan Timur,” kata Joko.

Dilanjutkan Joko, dari empat kali menjalankan aksinya. Komplotan tersebut berhasil menggasak uang milik korbannya dengan total Rp 120 juta.

”Hasil paling besar yaitu di Perumahan Taman Gurindam Permai, mereka membawa kabur uang 8000 dolar Singapura yang di Rupiahkan mencapai Rp 80 juta. Di toko Karya mandiri Rp 15 juta, dua TKP di Kijang masing-masing Rp 10 juta dan Rp 15 juta,” ucap Joko.

Dijelaskan Joko, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, uang hasil jarahan mereka digunakan untuk membeli perabotan. Selain itu ada juga untuk menebus PSK dilokalisasi kilometer 15.

”PSK itu rencananya ditebus seharga Rp 10 juta, tapi baru di bayarkan Rp 5 juta oleh tersangka FN. Dari tangan mereka ini kami sita barang bukti berupa 1 TV LCD merk Samsung 40 inch hasil jarahannya, satu gunting besi, perabotan rumah tangga, satu buah Martil, dan kunci pas yang digunakan untuk mencuri,” sebut Joko.

Akibat perbuatannya, terang Joko, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Tanjungpinang.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar