Saya Warga Tak Mampu, Tapi Saya Tak Dapat KKS

701
Pesona Indonesia
Sumarsih (kiri), Sri Sulikhah, Netti Marianna, Nuraini mewakili masyarakat kurang mampu meminta kejelasan mengenai Kartu Kesejahteraan Sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu di Batamcenter, Selasa (10/5). Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
Sumarsih (kiri), Sri Sulikhah, Netti Marianna, Nuraini mewakili masyarakat kurang mampu meminta kejelasan mengenai Kartu Kesejahteraan Sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu di Batamcenter, Selasa (10/5). Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kota Batam menyalurkan 22.132 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada masyarakat tidak mampu, Selasa (10/5).

KKS merupakan kartu yang diperuntukan bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. ”Pendistribusian kartu melalui Pos Indonesia, selanjutnya diserahkan ke masing-masing kelurahan untuk dibagikan kepada warga yang telah terdaftar sebelumnya,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman di kantornya.

Untuk jumlah data penerima diambil berdasarkan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2015. Pembagian KKS akan dilakukan secara bertahap. Sementara itu untuk besar bantuan masih belum diketahui.

Sementara itu, warga ruli samping Perumahan Eden Park, Batamcenter merasa kecewa lantaran tak mendapat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), padahal sebelumnya mereka mendapat Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

Seorang warga, Netti Mariana mengaku menyesali keadaan tersebut. Sebab yang mendapatkan kartu itu justru warga mampu secara ekonomi.
”Mereka punya mobil, punya kos dimana-mana malah dapat. Kartu ini sebenarnya buat siapa?” kata Netti saat berkunjung ke Batam Pos beserta tiga rekannya, Selasa (10/5) siang.

Kekecewaan senada juga disampaikan warga lain, Nuraini, 42. Dia berpendapat seharusnya yang layak mendapat kartu itu adalah orang-orang tak mampu.

Untuk itu mereka berharap pemerintah dapat lebih teliti jika melakukan melakukan pendataan. ”Harusnya survei benar-benar. Kami minta pemerintah memperhatikan hal ini,” ujar warga lain, Sumarsih. (cr17/13)

Respon Anda?

komentar