4 Kg Sabu Disimpan di Gudang Pasir, BNN Tangkap 8 Pengedar

2324
Pesona Indonesia
Petugas BNN Kepri menggiring para tersangka kepemilikian sabu (bersebo) yang ditangkap di Belakangpadang, Rabu (11/5). foto; dalil harahap
Petugas BNN Kepri menggiring para tersangka kepemilikian sabu (bersebo) yang ditangkap di Belakangpadang, Rabu (11/5). foto; dalil harahap

batampos.co.id – Ketenangan Kampung Bugis, Kecamatan Belakangpadang, Batam, terusik Rabu (11/5) pagi. Seorang warga kampung tersebut, Fery alias Pengpeng, ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri karena memiliki sabu seberat 4 kilogram (Kg) lebih.

Kepala BNN Kepri, Kombespol Benny Setiawan, mengatakan penangkapan Fery berawal dari informasi dari bos Fery yang sudah diamankan sebelumnya.

“Kami sikat seluruh jaringan sabu ini, dari ekor sampai kepalanya. Keseluruhannya kami mengamankan 4.350 gram sabu dan delapan orang tersangka,” kata Benny, kemarin (11/5).

Petugas BNN Kepri mendatangi rumah Fery sekitar pukul 07.00 WIB, kemarin. Dengan berpura-pura sebagai petugas sensus ekonomi, mereka mengetuk pintu rumah Fery. Dan saat Fery membukakan pintu, seketika itu juga petugas BNN Kepri menyergapnya. Fery tak berkutik.

Kepada petugas Fery mengatakan ada 4 Kg lebih sabu yang ia simpan di gudang pasir di depan rumahnya. Benar saja, setelah digeledah terdapat sabu yang dimasukkan ke dalam ember warna putih dan dibungkus dengan plastik teh berwarna merah.

“Ada empat bungkus besar, dan dibagi dalam 49 bungkus kecil,” kata Kabid Berantas BNNP Kepri, Bubung Pramiadi.

Setelah menangkap Fery, petugas BNN Kepri kembali memburu anggota sindikat narkoba ini. Sekitar pukul 08.20 WIB, petugas BNN mengamankan Ali alias Upik. Dari tangan Upik ini, didapat sabu seberat 50 gram.

Pengungkapan jaringan narkoba ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada dua orang laki-laki yang diduga sering melakukan transaksi narkoba di jalan dekat Perumahan Citra Asri, Tembesi. Ternyata informasi ini sangat akurat. Pada Selasa (10/5) petugas BNNP Kepri mengamankan Sudi dan Pak tua. Dari tangan mereka didapati sabu seberat 100 gram.

Tak ingin jaringan ini terputus, petugas BNN Kepri bergerak cepat. Dari Sudi dan Pak Tua, petugas mendapatkan informasi bahwa ada jaringan mereka yang tinggal di sekitar lokasi penangkapan keduanya, yakni di Komplek Perumahan Citra Asri, Tembesi.

“Kami tangkap Emi dan Edy, dengan sabu sebanyak 100 gram pada hari itu juga sekitar pukul 23.00 WIB,” ujarnya.

Kepada petugas, Emi dan Edy mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang bernama Yus. Lalu pada Rabu (11/5) dini hari, Yus berhasil dibekuk di Hotel Glorys. Petugas mendapatkan keterangan yang mengejutkan. Yus mengaku masih memiliki 4 Kg sabu yang dititipkan kepada Fery di Belakangpadang.

“Yus ini ternyata kepalanya dalam jaringan narkoba ini,” kata Benny.

Berbekal keterangan Yus ini, petugas BNN Kepri langsung bergerak ke Belakangpadang. Namun baru sebelum menyeberang ke Belakangpadang, petugas mengamankan seorang pengedar sabu, Gafar, di Pelabuhan Pancung Sekupang. Dari tangan Gafar didapat sabu 100 gram yang sedianya akan ia jual eceran.

Bubung mengatakan, total sabu yang dimiliki jaringan Yus ini totalnya mencapai 10 Kg. Namun sebagian besar, sekitar 6 Kg, sudah beredar di Batam. Bubung menduga, barang haram tersebut berasal dari Malaysia.

“Sabu tidak dibeli secara langsung, tapi bandar di Malaysia menitipkannya. Lalu bila sudah terjual, baru uangnya diberikan ke bandar Malaysia itu. Dugaan kami transaksi terjadi di lautan OPL,” lanjutnya. (ska)

Respon Anda?

komentar