Dishub Lingga Gesa Buka Rute Baru Sungai Tenam-Benan-Batam

880
Pesona Indonesia
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Sulitnya transportasi laut menjadi salah satu sebab lambannya perkembangan pariwisata di Kabupaten Lingga. Transportasi laut yang ada, masih belum memadai untuk menunjang pariwisata maupun percepatan ekonomi kabupaten yang bergelar Bunda Tanah Melayu ini.

Meski cukup komplit, tawaran wisata baik sejarah, budaya, alam, bahari dan belanja yang dimiliki, tetapi akses transportasi untuk dapat mencapai Lingga masih terbilang sulit. Armada laut hanya melayani sekali dalam sehari. Jarak tempuhnyapun masih terbilang lama. Menghabiskan waktu 4 sampai 5 jam untuk sekali perjalanan. Trayek yang dibuat, belum maksimal dan malah memperlambat, karena harus memutar jauh ke sebelah selatan yang memakan waktu hingga 2 jam menuju Singkep terlebih dahulu sebelum mencapai pusat ibukota di Daik. Padahal pintu masuk dari sebelah utara jauh lebih strategis, berada di tengah-tengah antara pulau-pulau Senayang dan Singkep.

Untuk itu, ditangan Kepala Bidang Laut dan Udara Dishub Lingga, Selamat, yang baru satu tahun menjabat percepatan transportasi laut menjadi perhatian serius. Hal ini lah dikatakannya harus segera dibenahi. Membuka akses dan konektivitas yang cepat dan lebih memadai. Baik untuk percepatan ekonomi maupun mendorong usaha bidang pariwisata agar cepat berkembang.

“Kita akan gesa membuka rute baru dari Pelabuhan Sungai Tenam-Benan-Batam. Waktunya akan lebih singkat, hanya 2,5 jam,” ungkap Selamat.

Pelabuhan Sungai Tenam, terang Selamat, dibangun sejak Lingga masih dibawah Kabupaten Kepulauan Riau, wilayah Provinsi Riau. Hingga kini, usianya tak kurang dari 20 tahun. Namun, belum pernah diaktifkan karena sejumlah fasilitas belum memadai. Baru akhir tahun 2013, pembangunan jalan darat dilakukan. Kini, seluruh fasilitas dasar telah dibenahi dan siap untuk segera diaktifkan.

“Sudah ada operator yang mau melayani rute ini. Speed Istiqomah. Kapal cepat, dengan kapasitas 100 orang. Ini akan memudahkan akses dan juga menunjang pariwisata yang dimiliki Kabupaten Lingga,” sambungnya.

Potensi Desa wisata Benan, lanjutnya, menawarkan pariwisata bahari dengan lautnya yang jernih. Wilayah konsevasi karang ini akan semakin dikenal oleh wisatawan dan semakin maju jika dibuka jalur baru ini.

“Nanti dari Batam akan lewat pelabuhan Punggur. Paling satu jam sudah sampai di Benan,” katanya.

Selain itu, bagi warga Kabupaten Lingga pula yang biasanya harus melewati Pelabuhan Tanjung Buton dan transit di Jagoh untuk ke Batam, juga akan dipermudah dengan dibukanya jalur ini. Jaraknya hanya 34 kilometer dari pusat ibukota. Begitu juga warga Kecamatan Lingga Utara dengan akses jalan darat mencapai Pelabuhan Sungai Tenam akan sangat terbantu. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar