Hamid Rizal Tak Mau Pejabat yang Kerjanya Lambat

846
Pesona Indonesia
Bupati Natuna Hamid Rizal dan mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli serah terima jabatan. foto:aulia rahman/batampos
Bupati Natuna Hamid Rizal dan mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli serah terima jabatan. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Bupati Natuna Hamid Rizal yang sudah dilantik pekan lalu, melaksanakan serah terima jabatan dari Bupati lama Ilyas Sabli aula kantor Bupati Natuna, Rabu (11/5).

Serah terima tersebut, sekaligus pisah sambut Ketua Penggerak PKK kabupaten. Namun mantan Wakil Bupati Natuna Imalko tidak hadir.

Ilyas Sabli berpesan kepada pejabat SKPD, agar bekerja profesional dan penuh pengabdian. Dikatakannya, masih banyak program masa kepemimpinan yang tertuang dalam RPJMD maupun jangka pendek belum selesai.

“Banyak program yang lama perlu dikoreksi dan perbaiki,” sebut Ilyas Sabli.

Bupati Natuna Hamid Rizal mengucapkan terima kasih atas dukungan moral dan partisipasi, menuju visi misi pemerintahan yang baru, menuju Natuna yang maju, sejahtera dan mandiri.

“Kami mengucapkan seluruh masyarakat Natuna, selama pilkada dan pesta demokrrasi yang kondusif. Semuanya berjalan aman, sejuk, tidak ada rusuh, berjalan masing-masing mencari dukungan,” ungkap Hamid Rizal.

Dikatakan Hamid Rizal, pemerintahannya akan mengkaji program program yang telah dibuat pada periode Bupati sebelumnya. Jika programnya bagus dilanjutkan, tetapi jika tidak prioritas harus ditunda.

“Saya cermati dulu RPJMD yang diterima tadi. Kalau bagus dilanjutkan. Kalau tak prioritas ditunda,” kata Hamid Rizal.

Dikatakan Hamid kepada seluruh kepala SKPD dan FKPD yang hadir, perbedaan adalah hal lumrah dan berkah. Namun saat ini waktunya meneruskan estapet pembangunan.

Hamid mengatakan, kepemimpinannnya bersama Wakil Bupati Ngesti saat ini bukan lagi atas nama individu, atau golongan yang mengusung, tetapi adalah Bupati dan Wakil Bupati masyarakat Natuna.

Sekarang jangan ada lagi perbedaan, semua mengisi peran masing masing. Hindari perpecahan dan golongan, tapi ayo wujudkan percepatan pembangunan.

“Saya tidak mau digolong-golongkan, seluruh SKPD maupun pegawai. Saya tak mau dengar dikalangan pegawai, saya orang Hamid, orang Ngesti , orang Imalko, Ilyas, Rodhial atau Atet. Sekarang sudah satu,” kata Hamid Rizal.

Ditegaskan Hamid, untuk saat ini penempatan pejabat akan dinilai kinerjanya, tidak atas kedekatan. Namun akan dipilih pejabat yang bisa bekerja, sebab banyak program pemerintah mesti dijolok.

“Pejabat kerja lambat ya tentu diragukan. Jadi bukan orang Ilyas atau Imalko,” sebu Hamid.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar